Berita

joko widodo/net

Politik

Jamin Pemilu Aman Jadi Bukti Ketegasan Jokowi

JUMAT, 04 JULI 2014 | 18:34 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Pernyataan Jokowi di Bandung yang menyebutkan Pilpres akan berjalan aman dinilai sangatlah menyejukkan. Pernyataan ini, selain menegaskan komitmen Jokowi, juga menunjukkan bahwa Jokowi sangat memahami apa yang dirasakan rakyat.

Demikian disampaikan anggota Tim Pemenangan Jokowi-JK, Teten Masduki.     

Menurut Teten, pernyataan ini sungguh berbeda dengan pernyataan beberapa pihak yang mengkhawatirkan akan terjadi gangguan keamanan, gangguan ketertiban, dan sosial. Sebab bagi Jokowi, inti Pemilihan Presiden (Pilpres) seharusnya menjadi kegembiraan politik bagi rakyat.


“Namun sayang sekali, bulan puasa yang suci pun masih tega memberikan fitnah keji ke Jokowi. Contoh sederhana terhadap pernyataan politisi PKS Fahri Hamzah yang menyatakan pernyataan sinting terhadap Jokowi, para santri, dan rencana menetapkan 1 Muharram sebagai hari santri," kata Teten beberapa saat lalu (Jumat, 4/7).

Aktivis antikorupsi ini menilai Jokowi  bisa merasakan bahwa rakyat akan ikut menjaga Pemilu aman dan damai. Sementara para elit yang seringkali tidak siap dan cenderung melakukan provokasi sebagaimana serangan Fadli Zon terhadap Jokowi. Dari sisi inilah, ketegasan Jokowi untuk memastikan pemilu presiden dapat berjalan aman, harus menjadi modal yang kuat bagi aparat keamanan untuk lebih bersungguh-sungguh di dalam menindak berbagai bentuk ancaman.

"Resiko politik akan terlalu besar jika aparat keamanan tidak hadir mencegah berbagai bentuk ancaman, termasuk mendorong penyelenggara pemilu di dalam melaksanakan pemilu yang demokratis. Karena itulah presiden SBY seharusnya bisa lebih tegas lagi dan menjamin pemilu berjalan dengan lebih demokratis, aman dan damai. Disitulah kenegarawanan Presiden SBY diuji," demikian Teten.[wid]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya