Berita

nurul arifin/net

Hukum

Janji Penegakan Hukum Capres Jangan Cuma Omdo

JUMAT, 04 JULI 2014 | 18:29 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Lemahnya penegakan hukum di Indonesia membuat sebagaian masyarakat merasa tidak diberlakukan adil dari putusan-putusan di pengadilan. Harapan muncul karena dua pasangan capres-cawapres, Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK, sama-sama berkomitmen menegakkan hukum tanpa pandang bulu.

Jurubicara pasangan Prabowo-Hatta, Nurul Arifin mengatakan, komitmen penegakan hukum yang diusung jagoannya tidak perlu diragukan lagi. Prabowo dalam debat Capres-Cawapres pernah mengatakan, jika hukum di Indonesia saat ini memang sangat tajam ke bawah dan tumpul ke atas.

"Seharusnya orang itu memang harus sama di mata hukum, jangan tebang pilih. Pak Prabowo juga pernah mengatakan jika nantinya gaji para penegak hukum harus dinaikan agar mereka tidak berlaku korup dan akan selalu adil," jelasnya saat dihubungi melalui telpon (Kamis, 3/7).


Nurul mengungkapkan jika Prabowo-Hatta menjadi pemimpin terpilih, penegakan hukum akan menjadi salah satu prioritas yang akan dibenahi.

"InsyaAllah karena memang itu cita-cita kami juga," pungkasnya.

Politisi Partai Demokrat yang mendukung Capres nomer dua, Ruhut Sitompul juga mengatakan hal yang sama. Jika pasangan Capres-Cawapres Jokowi-JK terpilih, akan mengedepankan masalah hokum.

"Itu sudah pasti, jika pak Jokowi-JK terpilih penegakan hukum akan ditingkatkan dan akan menjadikan hukum lebih berkualitas serta sebagai panglima. Karena negara kita ini memang negara hukum," ujar pria yang juga anggota DPR RI Komisi III ini saat dihubungi.

Seperti diketahui, banyak kasus yang terlibat di masyarakat namun segala putusan hakim di pengadilan tidak sesuai dengan fakta. Sebagai contoh adalah kasus saham PT Blue Bird yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Tergugat Mintarsih A Latief harus membayar ganti rugi sebesar 140 miliar, padahal Mintarsih memiliki bukti-bukti kuat dan benar dalam gugatan kasus tersebut yang menyatakan dirinya tidak bersalah.

"Sangat kecewa sekali dengan putusan hakim, hukum di Indonesia sangat lemah. Yang berduit pasti akan selalu menang, seklipun orang itu bersalah. Untuk itu saya berharap presiden terpilih nanti dapat membenahi hukum di negara kita," ujar Mintarsih.

Mintarsih menambahkan dirinya sudah melaporkan ketidakadilan tersebut ke Mahkamah Agung (MA). "Saya sudah bertemu dan menceritakan kasusnya. Sejauh ini jawaban MA akan membantu saya," pungkasnya.[dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya