Berita

ilustrasi/net

Himahi UIN Jakarta Lahirkan Deklarasi Ciputat

JUMAT, 04 JULI 2014 | 14:16 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Himpunan Mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional (Himahi) UIN Jakarta menggelar Deklarasi Perdamaian, Kerukunan, dan Anti Kekerasan yang kemudian disebut sebagai Deklarasi Ciputat.

Deklarasi ini diawali dengan pembacaan teks Sumpah Pemuda, yang diikuti Sumpah Mahasiswa. Dalam sumpah itu mereka berkomitmen untuk menjaga kerukunan, keharmonisan, perdamaian, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mereka juga  menolak kekerasan segala bentuk kekerasan, radikalisme, separatisme, serta apapun yang mengancam kehidupan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sebelum deklarasi yang digelar pada Rabu lalu itu (2/7), mereka menggelar acara Interfaith Dialogue dan Cultural Day 2014. Dialog ini bertemakan "Revitalisasi Nilai-Nilai Kebhinekaan dalam Mewujudkan Harmoni Bangsa."


Dialog tersebut mengangkat konsep multikulturalisme sebagai penguat integrasi bangsa, sekaligus landasan utama dalam menciptakan perdamaian, kerukunan, dan persatuan, demi mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hadir sebagai narasumber, antara lain Rektor IAIN Medan Nur Ahmad Fadhil Lubis, Direktur Ma’arif Insitute Ahmad Fuad Fanani, Dosen FISIP UIN Armien Daulay, dan Perwakilan Yayasan Pondok Kasih Surabaya Samuel Lengke.

Dalam kesempatan ini, Ahmad Lubis menjelaskan budaya itu bukan sekadar sesuatu yang bersifat material. Namun bersifat immaterial, tak tersentuh fisik, melainkan ada di dalam diri kita sesuai lingkungan darimana kita berasal.

Sementara Fuad Fanani menyoroti kaitan antara budaya dengan Islam. Menurutnya, percampuran budaya di Indonesia menghasilkan agama mayoritas yaitu Islam sebagaimana adanya sekarang. Dan itu memiliki makna toleransi sebagai kebhinekaan nusantara. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya