Berita

net

Dunia

Dewan Keamanan PBB Siapkan Draft Resolusi Soal Akses Kemanusiaan di Suriah

JUMAT, 04 JULI 2014 | 12:47 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Australia, Luksemburg dan Jordan mengedarkan draft resolusi kepada 15 anggota Dewan Keamanan PBB terkait peningkatan akses kemanusiaan ke lintas perbatasan Suriah pada Kamis (3/7).

Draft tersebut merupakan hasil dari negosiasi selama lebih dari sebulan dengan anggota dewan pemilik hak veto permanen yakni Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Rusia, dan Tiongkok.

Dikabarkan Reuters, draft itu kemudian diedarkan kepada anggota terpilih untuk dipelajari dan didiskusikan lebih lanjut minggu depan.


Negara-negara Barat anggota Dewan Keamanan berupaya melakukan negosiasi dengan Rusia dan Tiongkok yang merupakan sekutu dekat pemerintah Suriah saat ini untuk menerima draft itu. Kedua negara pemegang hak veto permanen itu sebelumnya pernah memveto empat resolusi yang berisi soal tindak lanjut bagi pemerintah Bashar al-Assad setelah terjadinya perang sipil selama tiga tahun di Suriah.

Draft resolusi itu mencakup pemberian sejumlah sanksi kepada pihak Suriah bila tidak melakukan tindakan yang sesuai dengan tuntutan Dewan Keamanan PBB yakni melakukan pemberian bantuan kemanusiaan dengan segera dan tanpa hambatan kepada masyarakat di seluruh wilayah negara.

Dalam pembentukan draft resolusi tersebut, Australia, Luksemburg dan Jordan merupakan tiga negara yang ditunjuk untuk membuat teks draft itu.

PBB menjelaskan, sekitar 10.8 juta warga Suriah membutuhkan bantuan kemanusiaan. 4.7 juta di antaranya berada di daerah yang sulit dijangkau. Atas dasar itulah, rancangan tersebut dibuat.

Kantor PBB Urusan Hukum menyebut rancangan resolusi itu cukup kuat sehingga memungkinkan PBB untuk dapat melintasi perbatasan sekalipun tanpa persetujuan dari Suriah.

Di dalam rancangan resolusi disebutkan otoritasi pengiriman akan ditempatkan di empat lokasi penyebrangan di perbatasan Irak, Yordania, dan Turki. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

Pernyataan Eggi Sebut Akhlak Jokowi Baik jadi Bulan-bulanan Warganet

Selasa, 20 Januari 2026 | 01:40

Senyum Walikota Madiun

Selasa, 20 Januari 2026 | 01:19

Rapim Kemhan-TNI 2026 Tekankan Sishankamrata sebagai Kekuatan

Selasa, 20 Januari 2026 | 00:55

Legislator PKS Dorong Penyaluran KUR Pekerja Migran Tepat Waktu

Selasa, 20 Januari 2026 | 00:35

Digiring ke Gedung KPK, Walikota Madiun Malah Minta Didoakan

Selasa, 20 Januari 2026 | 00:20

Bencana Menerjang, BUMN Datang

Senin, 19 Januari 2026 | 23:55

Polisi Bongkar Clandestine Lab Tembakau Sintetis Senilai Rp2 Miliar

Senin, 19 Januari 2026 | 23:37

Mantan Jubir KPK Ali Fikri Raih Gelar Doktor Hukum Unair

Senin, 19 Januari 2026 | 23:11

Napi Bebas Pakai Gawai di Lapas Bukan Kelalaian Biasa

Senin, 19 Januari 2026 | 23:02

Walikota Madiun Maidi Dkk Tiba di Gedung KPK, Sebagian Lewat Belakang

Senin, 19 Januari 2026 | 22:46

Selengkapnya