Berita

jokowi/net

Seminggu Puasa Sudah Ada 42 Ribu Serangan pada Jokowi

JUMAT, 04 JULI 2014 | 10:53 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Meski di bulan suci Ramadhan, namun serangan dan fitnah kepada Jokowi, bukan meredup malah semakin gencar dan massif. Sementara Jokowi yang berkepribadian Indonesia, praktis tidak pernah melakukan serangan atau fitnah.

Demikian disampaikan Jurubicara Jokowi-JK, Hasto Kritiyanto. Hasto mencatat, serangan dan fitnah di sosial media kepada Jokowi pun begitu massif. Dalam seminggu dalam bulan puasa, sudah ada 42.729 kali serangan, dengan 25 isu negatif dan cenderung memfitnah.

"Ini betul-betul gambaran kekuasaan sebagai tujuan. Gambaran serangan di media online, juga tidak jauh berbeda. Dari total serangan negatif, maka serangan ke Prabowo hanya 13 persen, dan Jokowi 87 persem. Data-data ini secara mudah bisa ditemukan dari toal sharring media online," kata Hasto beberapa saat lalu (Jumat, 4/7).


Namun demikian, meski banyak mendapatkan serangan, Hasto memastikan pihaknya meyakini dan optimistis elektabilitas Jokowi-JK tak bisa dibendung. Hal itu, bisa terlihat bagaimana dukungan publik melalui pemberitaan belakangan ini. Dalam hari tersisa ini secara keseluruhan dukungan pemberitaan Jokowi sebesar 56 persen, jauh melampui Prabowo sebesar 44 persen.

"Meskipun demikian, rakyat akan semakin paham bahwa sosok Jokowi yang terus menerus dipojokkan kini menuai dukungan. Kini rakyat paham, pemimpin mana yang sarat dengan gerbong persoalan korupsi. Sebaliknya, rakyat semakin menegaskan pilihan pada Jokowi sebagaimana dinyatakan oleh Sherina dan ribuan publik figur lainnya," demikian Hasto. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya