Berita

megawati/net

Mengapa Megawati Diamkan Kader yang Ancam Demokrasi

JUMAT, 04 JULI 2014 | 10:27 WIB | OLEH: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengajak seluruh komponen bangsa, khususnya seluruh elit politik, untuk bersama-sama mewujudkan demokrasi yang berkeadaban. Megawati pun mengajak semua pihak untuk tidak menodai ibadah puasa dengan berbagai bentuk kampanye hitam.

Ajakan Mega ini disampaikan secara terbuka melalui pernyataan sikap. Dalam ajakan ini, selain ajakan di atas, ada empat sikap lain Megawati yang disampaikan. Megawati menyesalkan berita di TV One, yang meresahkan masyarakat Indonesia yang sedang menjalankan ibadah puasa dengan pemuatan berita yang mengabaikan kaidah dan etika jurnalistik, serta secara sepihak menyerang Joko Widodo.

Megawati juga meminta kepada aparat keamanan, khususnya Polri untuk tidak pandang bulu menegakkan hukum dan menindak berbagai bentuk tindakan provokasi dan fitnah yang meresahkan ketentraman masyarakat. Megawati mengajak seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat, para budayawan, para guru, dan masyarakat sipil yang ingin memperjuangkan pemilu jurdil untuk benar-benar berdiri di depan memperjuangkan pemilu yang lebih demokratis, aman dan damai.


Terakhir, Megawati mengingatkan bahwa konstelasi global pasca perang dingin sudah berubah. Eropa sudah bersatu menjadi Uni Eropa, dan Republik Rakyat Tiongkok pun telah ikut dalam percaturan dunia. Karena itu, Indonesia harus menatap ke depan dengan Pancasila sebagai dasar dan tujuan kehidupan berbangsa dan bernegara, dan karena itu juga berbagai pemberitaan sepihak, yang menuduh Bapak Jokowi terkait komunisme, merupakan tuduhan yang sangat tidak berperikemanusiaan.

Ada pihak yang mengapresiasi pernyataan Megawati ini. Di internal PDI Perjuangan, juga banyak yang senang dengan pembelaan Megawati kepada Jokowi, yang berarti membuktikan bahwa Megawati memang serius mau memenangkan Jokowi.

Namun demikian, sementara pihak juga mempertanyakan, atau setengah menggugat, pernyataan Megawati. Megawati terlihat jelas mementingkan partai sendiri dan hanya fokus pada kemenangan sendiri, dengan mengabaikan persoalanlain yang juga lebih penting terkait dengan proses demokratisasi. Hal ini terlihat jelas, sebab tidak ada ajakan Megawati kepada kader atau simpatisan PDI Perjuangan yang mau mengepung studi Tv One.

Bagaimanapun, upaya mengkritik pers harus dilakukan dengan cara-cara yang sesuai dengan aturan, misalnya dengan mengadukan ke Dewan Pers, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) maupun ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Bagaimanapun pengepungan ini bisa dinilai mengancam demokrasi dan kebebasan pers.

Di sinilah letak penting ajakan Megawati kepada kader dan simpatisan untuk tidak menggunakan aksi-aksi yang bisa dianggap oleh banyak pihak sebagai tindakan anarkis. Namun sayang, Megawati mengabaikan hal ini, sehingga muncul kesan sikap kader itu direstusinya. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

DPR Minta Evaluasi Perlintasan Usai Insiden Tabrakan Argo Bromo-KRL

Selasa, 28 April 2026 | 00:15

KRL Sempat Menabrak Taksi Sebelum Diseruduk KA Argo Bromo

Selasa, 28 April 2026 | 00:04

Kedaulatan Data RI jadi Sorotan di Tengah Gejolak Geopolitik

Senin, 27 April 2026 | 23:46

Tim SAR Berjibaku Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 23:24

Kereta Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur, KAI Masih Investigasi

Senin, 27 April 2026 | 23:10

Heboh Anggaran Baju Dinas Pemprov Sumsel Tembus Rp3 Miliar

Senin, 27 April 2026 | 22:30

Kuasa Hukum Thio: Jangan Korbankan Terdakwa Atas Kesalahan Negara

Senin, 27 April 2026 | 22:28

Rocky Terkekeh Dengar Candaan Prabowo Soal “Disiden” di Istana

Senin, 27 April 2026 | 22:11

Kejati Sumut Geledah Kantor Satker Perumahan Usut Dugaan Korupsi Proyek Rusun

Senin, 27 April 2026 | 22:11

KAI Fokus Evakuasi Penumpang di Stasiun Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 22:06

Selengkapnya