Berita

tjahjo kumolo/net

PILPRES 2014

PDIP: Instruksi SBY pada TNI dan Polri Menyejukkan Semua Anak Bangsa

JUMAT, 04 JULI 2014 | 09:27 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Instruksi Presiden SBY kepada aparat TNI dan Polri untuk mengantisipasi kekacauan pemilu 2014 yang mungkin saja terjadi serta untuk menjaga netralitas disambut baik oleh PDI Perjuangan. Imbauan itu sangat menyejukkan semua anak bangsa, khususnya PDI Perjuangan.

Demikian disampaikan Sekjen PDI Perjuangan, Tjahjo Kumolo. Bagaimanapun, lanjut Tjahjo, TNI dan Polri adalah garda terdepan yang mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, yang sejauh ini sudah dijalankan sebagaimana fungsi tugas utamanya. Imbauan SBY ini merupakan keputusan tepat di saat ada pihak yang berupaya menarik-narik TNI dan Polri ke politik praktis, atau bahkan ada upaya memprovokasi.
 
"Kami keluarga besar PDI Perjuangan memang memegang teguh dan percaya terhadap komitmen dari Panglima TNI dan Kapolri, mengenai netralitasnya, dan komitmennya menghadapi kemungkinan apa pun yang bisa terjadi. Dan instruksi Presiden RI tersebut tentu menguatkan kepercayaan kami bahwa Presiden RI pada posisi politik yang sehrsnya yakni netral, demikian juga TNI/Polri," jelas Tjahjo beberapa saat lalu (Jumat, 4/6).
 

 
Tjahjo menekankan, pelanggaran hukum dalam bentuk kampanye hitam dalam Pilpres kali ini begitu banyak dan massif. Karena itu, aparat pemerintah, khususnya Polri, wajib mencegah dan menindak siapapun yang melanggar hukum, tidak hanya terhadap kampanye hitam, tetapi juga pelanggaran lain terkait pelaksanaan Pilpres.
 
"Kepada TNI, yang lahir dari rakyat dan bersatu bersama kekuatan rakyat kami yakin akan terus menunjukkan kesiapsiagaannya dalam membantu Polri dalam rangka menjamin pengamanan pelaksanaan pilpres," terang anggota Komisi I DPR ini.

Ketua Tim Pemenangan Pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) ini menambahkan, instruksi Presiden RI  kepada innstitusi TNI/Polri untuk proaktif melakukan koordinasi dengan penyelenggara pemilu mulai dari KPU, Bawaslu, Pemda, pers dan dengan unsur-unsur terkait lainnya diyakini akan semakin memberikan harapan bahwa pilpres 2014 yang jurdil luber bisa diwujudkan.

"Dan menjadi tanggung jawab kita bersama seluruh komponen bangsa Indonesia untuk ikut aktif mengawalnya," demikian Tjahjo. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya