Berita

pdip/net

PDIP Jabar Siaga Lawan Praktek Kecurangan

KAMIS, 03 JULI 2014 | 20:04 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Fitnah pada Jokowi tak bisa lagi dibiarkan. Polisi dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) harus segera menindak tegas setiap fitnah yang tujukan pada capres nomor urut dua tersebut.

Demikian disampaikan politisi PDI Perjuangan, Indra Simatupang, dalam apel siaga PDI Perjuangan Jawa Barat yang dihadiri oleh ribuan kader, pengurus dan simpatisan kader PDI Perjuangan di kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor. Apel siaga ini juga disertai dengan pembekalan saksi.

"Dalam kasus beredarnya tabloid Obor Rakyat yang sangat meresahkan masyarakat Jawa Barat, apabila aparat penegak hukum takut untuk menangkap pelakunya, rakyat Jawa Barat siap menangkap pelaku pembuatnya," tegas Indra beberapa saat lalu (Kamis, 3/7).


Indra menegaskan rakyat sudah bosan diadu domba sejak jaman Belanda. Karena itu cara-cara peninggalan kolonial yang  memecahbelah keutuhan umat dengan isu suku dan agama, kebencian, dan berita bohong lainnya harus segera diakhiri.

Menurut Indra, pilpres 2014 merupakan momentum untuk melahirkan pemimpin baru, yang sederhana, jujur dan merakyat, dan itu ada pada diri Jokowi.  Dia menegaskan, mesin PDI-P siap bertempur untuk kemenangan Jokowi-JK di Jawa Barat. Pada pileg kemarin PDI-P menang di Jawa Barat, dan kemenangan itu akan diulangi di pilpres. Untuk Kabupaten Bogor sendiri DPC PDI-P siap memenangkan suara di 7.518 TPS.

"Kami juga siap melawan kecurangan. Kami membuat barikade di setiap TPS. Barikade rakyat untuk melawan praktek kecurangan. Kami keluarga besar PDI Perjuangan siaga, siap habis-habisan sampai titik darah penghabisan untuk melawan kecurangan dalam pilpres nanti," demikian Indra. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya