Berita

fahri hamzah/net

Giliran PAPPI Kecam Keras Fahri Hamzah

KAMIS, 03 JULI 2014 | 19:35 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Protes pada Fahri Hamzah terus datang bergiliran. Kali ini protes disampaikan Paguyuban Alumni Pondok Pesantren Indonesia (PAPPI).

"Pernyataan Jokowi Sinting yang ditujukan kepada Jokowi yang akan memperjuangkan Hari Santri nasional ini melukai hati kaum santri," kata Ketua PAPPI, Ahmad Sahal, beberapa saat lalu (Kamis, 3/7), sambil mengatakan bahwa pernyataan Fahri ini untuk menggagalkan wacana yang sudah sejak lama menjadi salah satu keinginan kaum santri.

Menurut Sahal, Tahun Baru Hijriah 1 Muharram sering dirayakan kaum santri di lingkungan pondok pesantren di Indonesia. Sehingga tidak ada salahnya juga ketika salah satu hari besar umat Islam itu dijadikan hari Santri Nasional.


Bagi PAPPI, katanya, Hari Santri Nasional sangat penting sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan atas perjuangan kaum santri pada masa pra kemerdekaan hingga saat ini. Sebab sejarah mencatat kaum santri memiliki kontribusi dalam peradaban dunia, khususnya di Indonesia.

"Siapa yang tak kenal dengan KH Hasyim Asyhari, yang bertekad membangun sebuah negara dengan nilai-nilai persatuan dan kedaulatan yang diawali dengan khasanah keilmuan keagamaan," kata Sahal.

Sebaliknya, PAPPI berharap Pemerintah merespons gagasan hari Santri Nasional sebagai sebuah gagasan yang perlu diapresiasi. Dengan mencanangkan hari Santri Nasional itu diharapkan kaum santri dapat dihargai dan memiliki perannya kembali dalam memberikan kontribusi pembenahan mental bagi seluruh generasi muda di Indonesia.

"Oleh karena itu, PAPPI mengecam keras pernyataan politisi PKS Fahri Hamzah yang terkesan menghina dan mendiskreditkan kaum santri," tegasnya.

Menurut Sahal, di antara anggota PAPPI adalah Ridwan Darmawan dari PP Darussalam Ciamis, Faishol Abrori dari PP Al-Multazam Jember, Ahmad Rijal dari PP Husnul Khotimah Kuningan, Tajam Teguh dari PP Modern Ar-Risalah Ponorogo, Akbar El-Wasil dari PP KH. Zaenal Mustafa di Suka Hideng Singaparna, dan Mansur dari PP Almasturiah, Sukabumi. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya