Berita

tjahjo kumolo/net

Sekjen PDIP Minta Kader Tak Terprovokasi

KAMIS, 03 JULI 2014 | 18:41 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pemberitaan Tv One, stasiun televisi milik Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie, yang menyebut PDI Perjuangan sebagai penerus komunisme benar-benar sudah menyimpang dari kaidah jurnalistik.

"Berita itu jelas fitnah yang kejam ditujukan pada PDIP serta menyinggung harkat, martabat dan kehormatan partai," kata Sekjen PDI Perjuangan, Tjahjo Kumolo, beberapa saat lalu (Kamis, (3/7).

Tjahjo memastikan PDI Perjuangan selalu menempatkan pers sebagai mitra dalam membangun demokrasi. Di saat yang sama, masyarakat juga memang perlu diberikan pendidikan politik yang mencerdaskan, bukan pembodohan.


"Bahwa kebebasan pers harus dijaga, itu adalah komitmen kami juga. Tetapi jangan melakukan pemberitaaan atau menyebar pendapat yang menjurus ke fitnah dan melecehkan kehormatan partai tanpa konfirmasi," tegasnya.

Meski demikian Tjahjo meminta kader PDI-P tetap bisa menahan diri dan tidak melakukan tindakan anarkistis. Anggota Komisi I DPR yang membidangi pers itu juga minta kader maupun simpatisan PDI Perjuangan tidak perlu mendatangi kantor Tv One untuk mengepung dan menyegelnya.

"Tetap jalankan konsolidasi partai. Rapatkan barisan dan hindari provokasi pihak lain yang mecoba mengail di air keruh," sambil mengatakan bahwa pihaknya memilih untuk menempuh jalur hukum dan mengadu ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) maupun Dewan Pers.

"Kami juga akan melapor ke Bawaslu terkait kampanye hitam ini. Harapan kami setiap kontestan Pilpres 2014 menjaga etika demokrasi dan tidak menghalalkan segala cara untuk meraih kemenangan," tegasnya. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya