Berita

ITB Beri Triharyo Soesilo Anugerah Ganesha Wirya Jasa Utama

KAMIS, 03 JULI 2014 | 17:15 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Institut Teknologi Bandung (ITB), dalam rangka memperingati 94 tahun Pendidikan Tinggi Teknik Di Indonesia, menganugerahkan penghargaan kepada beberapa tokoh yang telah berperan besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.

Di antara penerima penghargaan Ganesha Wirya Jasa Utama itu adalah Triharyo Soesilo atau yang lebih akrab dipanggil Hengki. Ia adalah alumni jurusan Teknik Kimia dan masuk tahun 1977. Hengki lulus dari ITB pada tahun 1981, lalu mengambil Master of Chemical Engineering di University of Arizona dalam bidang perancangan pabrik. Anugerah ini diberikan di Aula Barat, Kampus ITB, dengan disaksikan oleh Majelis Wali Amanat, majelis Guru Besar, para tamu undangan dan wakil mahasiswa (Kamis, 3/6).

Hengki, seama hampir 30 tahun, meniti karier di PT Rekayasa Industri (Rekind) dari seorang insinyur ahli poses, sampai menjadi Direktur Uama selama 6 tahun dari 2004 sampai 2010. Karya-karya Hengki, bersama para insinyur di Rekind, adalah membangun pabrik-pabrik pupuk, semen, kilang BBM, kilang LNG, pabrik Biodiesel, pipa bawah laut menyeberangi selat sunda, pembangkit listrik yang bertenaga uap, gas, dan panas bumi, serta banyak pabrik-pabrik Petrokimia .


Sebagian besar karya-karya tersebut adalah karya perdana putra-putri Indonesia dalam berbagai industri. Selain di Indonesia, Hengki bersama insinyur Rekind juga membangun pabrik pupuk dan kilang minyak di Malaysia serta pabrik Petrokimia Methanol di Brunei. Pabrik-pabrik tersebut juga merupakan karya-karya pertama putra-putri Indonesia di luar negeri.

Penyelesaian pembanguan pabrik-pabrik industri yang dilakukan bersama insinyur Rekind, mendapatkan banyak penghargaan, antara lain penghargaan dari Persatuan Insinyur Indonesia, penghargaan ASEAN Engineering award, Asia Pacific Innovation award dan juga penghargaan Rintisan Teknologi yang dianugerahi oleh Presiden SBY.

Setelah menyelesaikan kariernya di PT Rekayasa Industri, Hengki kemudian mengemban amanah sebagai Komisaris PT Pertamina (Persero) dari tahun 2010 sampai 2012. Bersama para insinyur Pertamina, Hengki antara lain ikut memecahkan problem ledakan tabung LPG, mendorong percepatan dimulainya proyek Cepu, mempercepat pembangunan Kilang RFCC di Cilacap, mengupayakan pengolahan semaksimal mungkin minyak mentah Indonesia, untuk diolah pada kilang-kilang Pertamina.

Atas upaya-upaya jajaran Pertamina pada tahun 2010-2012, terjadilah surplus devisa ekspor-impor migas yang terus meningkat, di 2009, 2010 dan 2011. Sehingga devisa Indonesia relatif kuat dan nilai tukar Rupiah stabil, pada kisaran Rp 8.000. Namun sesudah tahun-tahun tersebut, ekspor-impor migas mengalami defisit yang semakin melebar dan nilai tukar rupiah jatuh.

Saat ini Hengki sedang mendalami dan terus berupaya untuk mengembangkan energi panas bumi, selaku CEO Sebuah perusahaan energi panas bumi terkemuka, yang memiliki wilayah kerja di Sumatra Barat, Sumatra Selatan dan Lampung. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya