Berita

Bandara Sultan Hasanuddin

Bisnis

Warga Ngadu Haknya Belum Dibayar, DPR Mau Panggil AP I

Soal Perluasan Bandara Sultan Hasanuddin
KAMIS, 03 JULI 2014 | 09:29 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Perluasan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) masih menyisakan masalah. Hal ini terkait hak penggantian lahan seluas 102 hektar kepada beberapa ahli waris di wilayah tersebut. Sebab itu, Komisi III dan VI DPR berencana memanggil pihak terkait.

“Ya, kita akan panggil pihak-pihak terkait perluasan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin di Makassar agar masalahnya clear,” kata anggota Komisi III DPR Bambang Susatyo di Jakarta, kemarin.

Sebelumnya, beberapa ahli waris didampingi kuasa hukum, Raden Yos Dria Purwadi mengadukan masalah pembangunan perluasan Bandara
Sultan Hasanuddin ke DPR. Hal itu dianggap ironis dan bertentangan dengan nurani serta akal sehat, karena dibalik beroperasinya perluasan Bandara Sultan Hasanuddin, masih ada para ahli waris yang  belum dibayar haknya oleh instansi yang bertanggung jawab.

Sultan Hasanuddin ke DPR. Hal itu dianggap ironis dan bertentangan dengan nurani serta akal sehat, karena dibalik beroperasinya perluasan Bandara Sultan Hasanuddin, masih ada para ahli waris yang  belum dibayar haknya oleh instansi yang bertanggung jawab.

 â€œKami sudah membuat laporan resmi ke Kementerian Perhubungan, Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo maupun PT Angkasa Pura (AP) I,” terangnya.

Selain itu, lanjut Yos, laporan diberikan pada Ketua Komisi VI DPR yang menjadwalkan pemanggilan pihak terkait untuk didengar keterangannya.

Menurut Yos, total kerugian yang diderita para ahli waris berjumlah Rp 7,14 miliar, hal itu merujuk pada harga tanah senilai Rp 7.000 per meter persegi ketika perluasan Bandara Sultan Hasanuddin dilaksanakan tahun 1991-1992.

Yos menegaskan, jika penyelesaian pembayaran ganti rugi tidak mendapat respons dan perhatian dari pihak-pihak yang bertanggungjawab, dengan sangat menyesal pihak ahli waris akan melakukan penguasaan dan menduduki serta menutup landasan pacu Bandara Sultan Hasanudin, Makassar sampai ada penyelesaian ganti rugi tanah milik para ahli waris.

Staf Humas AP I, Diani, yang dikonfirmasi mengatakan, masalah itu sudah ada di Biro Legal AP I. “Saya tidak memiliki kompetensi menjelaskan pemanggilan dari DPR, karena ini terkait masalah Biro Legal,” elaknya.

 Adapun mereka yang disebut sebagai ahli waris meliputi 12 keluarga yakni, DG Pati, DG Ngemba, Latif, Baso Nompo, Sakka, H Jaree DG Turu, H Sese, Naharia, DG Sirua, Abbad DG Borong, H Hamzah, ABD Hafid.  ***

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Merawat Tradisi Intelektual Mahasiswa Lewat Peluncuran Buku Pergerakan

Senin, 06 Juli 2026 | 03:59

Demokrasi Liberal dan Benteng Oligarki

Senin, 06 Juli 2026 | 03:43

ICX Realisasikan Buyback Rp71 Miliar Perkuat Sistem Tata Kelola

Senin, 06 Juli 2026 | 03:20

Polresta Bandara Soetta Bongkar Home Industry Vape Isi Ganja Beromzet Miliaran

Senin, 06 Juli 2026 | 02:59

Manifesto AJIP Bali: Ketika Pariwisata Kehilangan Arah

Senin, 06 Juli 2026 | 02:35

Perpres 111/2025 soal LGBT Ancaman Nirmiliter jadi Langkah Preventif Terukur

Senin, 06 Juli 2026 | 02:12

Nyali Semesta: Ali Khamenei dan Puncak Kepemimpinan Transendental

Senin, 06 Juli 2026 | 01:57

UMKM dan Budaya Minangkabau Bergaung di Malaysia

Senin, 06 Juli 2026 | 01:40

Jaksa telah Berubah Menjadi Pengacara Jokowi

Senin, 06 Juli 2026 | 01:20

Aiptu Sumaryanto jadi Korban Ketiga yang Gugur saat Gerebek Bandar Narkoba di Katingan

Senin, 06 Juli 2026 | 00:59

Selengkapnya