Berita

Tokoh Senior PDIP Gelar Buka Puasa Bersama dan Konsolidasi Menangkan Jokowi-JK

RABU, 02 JULI 2014 | 21:41 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Semangat politisi senior PDI Perjuangan Sabam Sirait terus menyala meski usianya sudah tidak muda lagi. Sukses ikut memenangkan Jokowi di Solo dan di Jakarta, Sabam kini bergerak untuk ikut memuluskan jalan Jokowi menuju kursi presiden.

Rabu sore tadi (2/7), Sabam melakukan konsolidasi dengan pimpinan cabang PDI Perjuangan se-DKI Jakarta. Acara konsolidasi di kediamannya ini dikemas dalam acara buka puasa bersama yang dihadiri kader dan pimpinan cabang PDI Perjuangan.

"Saya tetap bersemangat bekerja. Demi partai dan demi Indonesia. Kenapa demi Indonesia? Karena kalau kita bekerja untuk partai, itu sama saja kita bekerja demi Indonesia," kata Sabam dalam acara sambutan di kediamannya di Jalan Depsos I, Jakarta Selatan.


Dalam kesempatan ini, Sabam membagikan ribuan kaos, pin, dan stiker. Secara simbolik, ribuan kaos itu diserahkan kepada masing-masing pimpinan cabang.

Sabam mengakui bahwa kinerja kader-kader PDI Perjuangan untuk memenangkan Jokowi-JK sudah sangat terlihat nyata. Namun, Sabam mengimbau bahwa menghadapi pemilihan presiden yang tinggal menghitung hari, kinerja perlu terus ditingkatkan lagi.

Dalam kesempatan ini, Sabam mengimbau para kader dan relawan Jokowi-JK untuk semakin aktif menyosialisasikan Jokowi-JK dibanding pasangan lainnya. Yakni bahwa Jokowi adalah orang yang sangat jujur dan mau melayani rakyat dengan baik.

Bukan baru-baru ini Sabam mengenal Jokowi. Ia kenal Jokowi sejak di Solo. Selama memimpin di Solo, Jokowi terbukti jujur dan profesional. Jokowi pun mengangkat pejabat bukan karena kedekatan, melainkan karena kualitas dan kompetensinya.

Maka Sabam yakin, bila Jokowi menjadi presiden, maka akan menjadi inspirasi bagi kepala daerah lain. Sementara bila banyak kepala daerah lain yang bekerja sepenuh hati seperti Jokowi, maka dalam waktu dekat Indonesia akan segera menyusul kemajuan Malaysia dan Thailand. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya