Berita

ilustrasi/net

Jangan Asal Percaya Hasil Survei Lembaga yang Tak Kredibel

RABU, 02 JULI 2014 | 21:07 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Masyarakat harus lebih waspada dan menyimak dengan lebih seksama setiap publikasi hasil survei. Sebab hasil survei bisa diarahkan dan publikasinya bisa dijadikan untuk memenuhi kepentingan apa saja, termasuk meningkatkan atau menurunkan elektabilitas siapapun.

"Jangan asal percaya hasil survei, apalagi yang tidak clear secara metodologi dan rekam jejak lembaganya tidak jelas," kata Direktur Soegeng Sarjadi School of Government (SSSG), Fadjroel Rachman, beberapa waktu lalu (Rabu, 2/7).

Fadjroel pun memberi tips sebelum mememperhatikan hasil survei. Pertama, melihat kredibilitas lembaga survei dengan mengecek apakah lembaga pelaksana survei tergabung ke dalam salah satu asosiasi lembaga survei yang di dalamnya atau tidak. Itu menjadi penting karena setiap lembaga itu memiliki kode etik, pakta integritas, serta dewan etik yang akan memeriksa bila sebuah riset itu tak benar.


Kedua, apabila terkait Pileg dan Pilpres, maka lembaga survei harus terdaftar di KPU, yang akan memberi sertifikasi pada lembaga survei yang patut dikonsumsi masyarakat. KPU juga punya dewan etik yang menyertakan sejumlah syarat untuk kembaga survei untuk mempublikasikan surveinya. Misalnya kalau survei sudah dilaksanakan, lembaga survei wajib menyerahkan hasil dan daftar pertanyaan untuk bisa diperiksa.

Ketiga, bila mau lebih serius lagi, lanjutnya, publik bisa membandingkan masing-masing publikasi survei, dan waktu survei yang dilaksanakan itu. Karena bisa jadi survei lama diklaim sekarang, dan ini sudah beberapa kali terjadi.

Keempat dan sangat penting, masih kata Fadjroel, harus dipastikan lembaga survei terbuka ke pihak manapun membuka dirinya. Publik bisa meminta model pertanyaan saat riset karena pertanyaan bisa saja mengarahkan jawaban responden sejak awal. Itu sebabnya walau metodologi dan objek yang disurvei sama, namun hasilnya bisa berbeda.

"Sebagai contoh, dari sembilan publikasi survei, ada tujuh lembaga menyatakan hasil tak jauh beda yakni pasangan A pemenang. Namun dua lembaga menyatakan sebaliknya. Padahal, metodologi untuk survei sama dan wilayah yang diriset juga sama," jelas Fadjroel.

Dalam beberapa hari terakhir beberapa lembaga survei mempublikasikan hasil surveinya.  Tujuh survei yang telah dirilis dengan angka elektabilitas Jokowi-JK unggul adalah Populi Center, Survei SSSG, Survei ARC, Cyrus Networks, Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Pol Tracking, dan Indo Barometer. Sementara dua survei yang mengunggulkan Prabowo-Hatta adalah LSN dan PDB. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya