Banyak kalangan guru menyesalkan keputusan Gubernur DKI Jakarta (saat ini nonaktif), Joko Widodo melaksanakan lelang jabatan kepala sekolah.
"Lelang (jabatan kepsek) saat ini sedang di-PTUN-kan oleh calon kepala sekolah yang sudah lulus pendidikan sertifikasi kepala sekolah," kata Kepala Sekolah SMA 68 Jakarta, Rudi Gunadi kepada Rakyat Merdeka Online di kantornya, Rabu (2/7).
Rudi melanjutkan, para mantan dan calon kepsek itu protes karena setelah ada lelang, mereka harus berkompetisi dengan para guru. Akhirnya, mereka yang sudah siap merasa diabaikan. Dari 63 peserta yang lulus pendidikan sertifikasi sebagai kepsek itu, tersisa delapan orang.
"Ada 117 orang lagi yang sedang menjabat kepsek dan yang lulus lelang ada 42 orang," sambung Rudi merinci.
Malah, banyak yang nggak lulus kembali jadi guru. Padahal, mereka tinggal selangkah lagi jadi kepsek. Sejak 2013, Pemda DKI menjalankan aturannya sendiri. Padahal segala persyaratan sebagai kepsek harus mengikuti peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah/Madrasah.
"Masak orang baru diangkat jadi kepsek karena nggak lulus lelang harus kembali jadi guru,
khan malu," ungkap Rudi.
Apalagi, imbuh Rudi, diadu dengan guru yang hanya punya kemampuan mengajar, namun
leadershipnya belum terbukti. Paling tidak, ada pengalaman jadi wakepsek dulu.
"Bisa memaklumi lelang karena situasi pada waktu itu Diknasnya bermasalah, bobrok," tukasnya.
[wid]