Berita

joko widodo/net

Politik

Revolusi Mental Jadi Cara Efektif Indonesia Salip Negara Tetangga

RABU, 02 JULI 2014 | 08:30 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Gagasan revolusi mental yang diusung Jokowi adalah cara yang paling efektif bagi Indonesia menyalip kemajuan Singapura dan Malaysia. Sebab, revolusi mental bukan hanya demi memajukan pendidikan tetapi juga memperkuat karakter anak bangsa. Revolusi Mental juga adalah solusi mengakar atas rendahnya SDM Indonesia sehingga dengan mudah Indonesia tertinggal jauh dari Malaysia dan Singapura.

"Revolusi Mental ala Jokowi adalah membangun manusia yang berkepribadian Indonesia; Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa; berperikemanusiaan; memilliki tradisi musyawarah mufakat; bergotong royong dan selalu memperjuangkan terwujudnya keadilan sosial," kata Jurubicara Jokowi-JK, Hasto Kristiyanto, beberapa saat lalu (Rabu, 2/7).

Terkait dengan keraguan Fadli Zon selaku Sekretaris Tim Pemenangan Prabowo-Hatta terhadap konsep revolusi mental gagasan Jokowi, Hasto menilai keraguan itu terjadi karena Fadli merupakan sosok pengagum Karl Marx. Dan dengan untaian bunga merah yang dipersembahkan Fadli Zon di makam Karl Marx tersebut menegaskan mengapa Fadli Zon begitu menyukai ilmu menyerang yang tidak sesuai dengan kepribadian Indonesia.


Hasto menjelaskan, revolusi mental adalah menyiapkan manusia Indonesia yang berkarakter, sehat, cerdas dan berdaya guna untuk kepentingan bangsanya. Hasto mencontohkan bentuk konkret revolusi mental adalah menempatkan guru sebagai salah satu tiang negara. Guru yang mendapat kesempatan seluas-luasnya untuk meningkatkan kualitas didiknya karena tugas mulia untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, pada saat bersamaan kesejahteraannya juga meningkat  .

"Dengan begitu, revolusi mental diciptakan melalui pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi. Suatu program yang tidak mungkin dilaksanakan oleh Koalisi Prabowo Hatta yang sarat dengan gerbong partai yang di dalamnya banyak tersandera kasus korupsi," ujarnya.

Dengan revolusi mental pula, lanjut Hasto, maka penerimaan negara akan meningkat karena patriotisme aparat negara yang mengharamkan korupsi. Imbasnya, penerimaan negara yang meningkat bisa digunakan untuk menaikkan gaji PNS.  "PNS sejahtera karena penyelamatan kekayaan negara dari pencurian, mafia impor daging, mafia minyak dan ilegal loging," terangnya.

Pendeknya, jelas Hasto, revolusi mental memerlukan pemimpin yang bersih dan tanpa beban. "Dengan demikian revolusi mental adalah cara mengejar ketertinggalan Indonesia dengan Malaysia dan Singapura. Selamat datang kebangkitan baru Indonesia bersama Jokowi-JK," tandasnya. [rus]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya