Berita

Nusron Wahid/net

Politik

Nusron Wahid: Suasana Golkar Tak Sehat dan Tak Demokratis

SELASA, 01 JULI 2014 | 21:52 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Dalam pemilihan legislatif lalu, Nusron Wahid meraih suara terbanyak di internal Golkar. Nusron berhasil mengantongi 243.021 suara.

Karena itu, muncul dugaan pemecatan Nusron bukan semata karena dukungan pada Jokowi-JK. Bisa jadi Nusron dipecat karena sengaja mau disingkirkan. Bagaimanpun, berdasarkan aturan partai, dia paling berpeluang menjadi pimpinan DPR.

Atas isu dan dugaan ini, Nusron tak membantah bila memang ada ketentuan bahwa suara terbanyak dalam pileg menjadi pintu untuk menduduki posisi pimpinan DPR. Hal ini berdasarkan hasil Rapimnas Golkar V pada November 2013.


Namun, Nusron tak mau berspekulasi bahwa itu menjadi salah satu sebab dirinya dipecat dari Golkar selain alasan dirinya mendukung pasangan Jokowi-JK di Pilpres 2014. Baginya, masalah yang ada sangatlah kompleks.

"Tapi yang paling pokok bagi saya adalah bahwa internal Golkar sedang tidak sehat. Tidak ada suasana demokratis. Yang ada adalah suasana penekanan dan oligarkis," katanya beberapa saat lalu (Selasa, 1/7).

Secara terpisah, Politisi Partai Golkar lainnya yang ikut dipecat, Poempida Hidayatulloh, menyatakan dirinya setuju dengan situasi adanya tekanan ke Golkar untuk memberhentikan mereka bertiga. Sebab, sosok seperti dirinya dianggap sebagai orang yang berada di garis depan Jokowi-JK khususnya ketika berbicara ke publik melalui media massa.

"Kami yang aktif untuk menangkal isu-isu negatif. Nusron dengan GP Ansor-nya memang memperkuat basis Jawa Timur, dan Agus Gumiwang di Jawa Barat dan Banten gerakannya sangat baik dalam menggalang dukungan," jelas Poempida. [rus]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya