Pemimpin otonomi Kurdistan Irak, Masoud Barzani akan menggelar segera melakukan referendum terkait kemerdekaannya dalam beberapa bulan ke depan.
"Segalanya yang terjadi baru-baru ini menunjukkan bahwa ini adalah hak Kurdistan untuk mendapatkan kemerdekaan," kata Barzani yang dikabarkan BBC (Selasa, 1/7).
Ia menyebut, pihaknya akan berperan dalam mencari solusi politik untuk krisis di Irak sambil mempersiapkan kemerdekaan yang disebutnya sebagai hak alami mereka.
"Mulai sekarang, kami tidak akan menyembunyikan tujuan kami. Irak saat ini telah secara efektif terbai. Apakah kami harus tinggal dalam situasi tragis di dalam negeri? Bukan saya yang akan memutuskan kemerdekaan. Ini keinginan masyarakat. Kami akan menggelar referendum dan itu dalam hitungan bulan," tegasnya.
Diketahui, kelompok Kurdi Irak yang memiliki otonomi dari Baghdad sejak lebih dari dua dekade terakhir telah lama mendambakan kemerdekaan.
Dengan adanya konflik terbaru yang terjadi sejak dua pekan terakhir di Irak di mana ekstrimis Sunni menduduki sejumlah wilayah di Irak serta perbatasan wilayah Kuridstan Irak agaknya telah membuat warga Kurdi terdorong untuk menentukan nasibnya sendiri.
Kelompok Kurdi Irak sendiri merupakan sekutu Amerika Serikat. Kendati demikian, Amerika Serikat menentang keinginan Kurdi untuk memerdekakan diri.
Namun akhr pekan lalu, kelompok Kurdi mendapatkan dukungan baru dari Israel untuk dapat memerdekakan diri.
[mel]