Berita

jokowi/net

Jokowi Jelas Capres yang Tidak Dikehendaki Oligarki Politik

SELASA, 01 JULI 2014 | 12:24 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Jokowi merupakan calon presiden yang tidak dikehendaki oleh oligarki politik dan bisnis yang menginginkan status quo. Jokowi pun bukan capres yang dikehandaki pihak yang mau mendapatkan jaminan survivalitas pasca 2014.

Demikian disampaikan pengamat politik Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Ari Dwipayana. Ari pun menegaskan, oligarki politik ini hanya bisa dihadapi dengan kekuatan rakyat. Dan Jokowi, selama ini memang menjadi simbol kekuatan rakyat yang tengah berhadapan dengan kekuatan oligarki politik.

"Kekuatan rakyat dan relawan harus melawan kekuatan oligarki politik yang pasti akan menggunakan kekuatan uang dan berbagai langkah intimidasi serta kecurangan yang digerakklan oleh kekuatan status quo," kata Ari beberapa saat lalu (Selasa, 1/7).


Ari menilai, dukungan resmi Partai Demokrat kepada Prabowo-Hatta bisa dipersepsikan sebagai penguatan indikasi keberpihakan rejim untuk melawan pasangan Jokowi-JK. Dan memang, walaupun SBY pernah mengungkapkan akan mengambil posisi netral, namun dalam kenyataannya sinyal keberpihakan terlihat semakin nyata dan kuat.

Sinyal ini, dilihat Ari, paling tidak dalam dua hal. Pertama dari sisi pemimpin redaksi tabloid Obor Rakyat, Setyardi Budiono, yang merupakan asisten Staf Khusus Presiden. Kedua, ada indikasi dalam kasus mobilisasi Babinsa TNI AD di beberapa daerah.

"Dua kecenderungan itu tentu sangat mengkawatirkan bagi perjalanan demokrasi di Indonesia. Dan ini bisa membawa kembali proses demokrasi Indonesia mundur karena merupakan kembangkitan kembali neo Orde Baru," demikian Ari. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya