Berita

Anies Baswedan

Anies Ngaku Tak Pernah Tuding Aher Gunakan APBD untuk Menangkan Prabowo-Hatta

SELASA, 01 JULI 2014 | 09:22 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Anies Baswedan mengklarifikasi atas beberapa pemberitaan miring terutama di media online soal dirinya  yang terkesan menuding Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan telah menggunakan dana APBD untuk mendukung Prabowo-Hatta.
 
Dengan rilisnya, Jubir pasangan Jokowi-JK menjelaskan, saat itu dia hanya menyampaikan setiap warga negara berhak untuk memberikan dukungan terhadap capres pilihan mereka.

"Silakan Bupati, Walikota, Gubernur untuk memberikan dukungan kepada capres-cawapres sesuai pilihan pribadi dan nurani," jelas Anies (Selasa, 1/7).


Dalam keterangannya, Anies mengaku selanjutnya mengimbau kepada seluruh kepala daerah-Walikota, Bupati, Gubernur-untuk mendukung capres pilihan mereka secara bersih dan jujur, tanpa menggunakan dana APBD sebagai dana kampanye.
 
Karena itu, Anies mengklaim, dalam berbagai kesempatan terkait dengan isu tersebut, dirinya tidak pernah menyebutkan Ahmad Heryawan sebagai pelaku penyalahgunaan dana APBD.

Anies Baswedan menyebutkan bahwa ada laporan yang diberitakan di Harian Kompas tanggal 27 Juni 2014 terkait dengan kecurigaan mobilisasi PNS untuk mendukung pasangan Prabowo-Hatta.

Mendasarkan pada berita itulah, Anies membuat imbauan agar jangan sampai terjadi APBD dipakai untuk kepentingan kampanye atau pemenangan Calon Presiden. "Imbauan itu adalah untuk semua kepala daerah bukan ditujukan pada satu-dua gubernur saja," demikian Anies.

Dalam penelusuran di sejumlah media online, Anies sebelumnya saat menyinggung hal tersebut, bukan mengutip data Kompas, melainkan berdasarkan laporan Ketua DPD PDIP Jawa Barat Tb Hasanuddin yang sebelumnya memrotes acara peluncuran dana hibah dan revitalisasi posyandu 2014 di Jawa Barat.

Saat itu, TB menunjukkan surat yang dikirim kepada tim pemberdayaan masyarakat dan pemerintahan se-Jabar yang ditujukan kepada walikota dan bupati dalam acara tersebut. "Faktanya, telah terjadi aktivitas ini. Jadi silahkan kepala daerah mengambil sikap politik, tapi jangan gunakan uang rakyat untuk kepentingan tertentu," tegas Anies saat usai diskusi 'The Final Round: Siapakan Pemenang Pilpres 9 Juli 2014' di Hotel Harris, Jakarta, Minggu kemarin.

Terkait hal itu, Ahmad Heryawan menilai tudingan yang disampaikan Anies itu sudah basi. Pada waktu Pilgub Jabar waktu lalu hal itu sering dialamatkan kepadanya tapi tidak terbukti.

Soal pengerahan kepala desa untuk memenangkan Prabowo-Hatta, politikus PKS ini malah tertawa. "Kalau pengerahan kepala desa, tanya Bupati Majalengka. Kepala desa diundang bupati yang kader PDIP tersebut?" [zul]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya