Berita

bambang soesatyo/net

PILPRES 2014

TNI, Polri dan BIN Harus Bergerak Cepat Sikapi Isu Potensi Rusuh

SELASA, 01 JULI 2014 | 07:14 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. TNI, Polri dan Badan Intelijen Negara (BIN) perlu memberi jaminan atau memastikan bahwa situasi pasca Pilpres 2014 tetap kondusif. Sebab isu tentang potensi rusuh pasca Pilpres mulai menimbulkan ekses.
 
"Dalam beberapa pekan terakhir ini, saya mendengar berbagai kalangan menggunjingkan kemungkinan terjadinya rusuh pasca Pilpres. Apalagi Polri pun sudah memprediksi kemungkinan terjadinya benturan fisik antarpendukung capres-cawapres di beberapa kota," kata anggota Komisi III dari Fraksi Golkar, Bambang Soesatyo, Senin malam (30/6).

Situasi seperti ini, ungkap Bambang, benar-benar menggelisahkan dan mestinya tidak ditolerir. Pekan lalu misalnya, atau jelang akhir Juni 2014, depresiasi rupiah berlanjut. Nilai tukar rupiah sudah tembus Rp 12.000, tepatnya Rp 12.103 per dolar  AS.  Sepanjang pekan lalu itu, rupiah sudah terdepresiasi 1,56 persen terhadap dolar AS.
 

 
Di Bursa Efek Indonesia (BEI), lanjut Bambang, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari transaksi terakhir, Jumat (27/6), terkoreksi 27,28 poin. Faktor utama yang memengaruhi situasi pasar valuta dan saham akhir-akhir ini adalah dinamika politik menuju Pilpres yang terkesan tidak kondusif.
 
Bambang mencatat, kegelisahan sebagian masyarakat itu setidaknya telah disuarakan oleh Megawati Soekarnoputri, dalam konferensi pers di Hotel Horison, Bekasi, Jumat lau (27/6). Saat itu Megawati mengatakan bahwa ia sudah mendengar rumor akan terjadi huru-hara, da ia sendiri tidak tahu siapa yang pertama menyebarkan rumor itu.
 
"Saya mengapresiasi kesiagaan Polri, TNI dan BIN terus memantau dinamika publik. Namun, saya menyarankan agar Polri berinisiatif membangun komunikasi dengan tim pemenangan masing-masing kubu untuk mengajak mereka bekerjasama mewujudkan suasana kondusif dan damai. Masing-masing kubu harus menyadari pentingnya menjaga stabilitas politik dan keamanan dalam negeri," demikian Bambang. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya