Berita

fahri hamzah/net

Fahri Hamzah Terlihat Tak Suka dengan Kalangan Santri

SELASA, 01 JULI 2014 | 06:36 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Fahri Hamzah terlihat tidak suka dengan kalangan santri atau memang nyinyir dengan kaum pesantren. Hingga ketika Jokowi setuju mau menetapkan tanggal 1 Muharram sebagai Hari Santri Nasional dalam acara haul Bung Karno dan KH Hasyim Asyari, Fahri langsung menyebut Jokowi sinting.

Tentu saja sikap Fahri ini mengecewakan Aktivis Muda Nahdatul Ulama. Apalagi, sebagai politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), seharusnya Fahri menunjukkan apresiasinya terhadap ide itu. Sebab dengan menyepakati gagasan para santri dan kyai itu, sama saja artinya Jokowi berniat mengapresiasi santri, yang dalam sejarah bangsa ini tak banyak dihargai.

"Itu menunjukkan Jokowi memahami politik kebudayaan untuk membangun bangsa yang terdiri dari banyak elemen, diantaranya santri," kata aktivis muda NU, Syafiq Ali, Senin malam (30/6).


Menurut Syafiq, bahasa kebudayaan adalah salah satu cara untuk menguatkan rasa kebangsaan. "Mungkin Fahri tidak memahami hal ini, atau karena dia memang sudah apriori terhadap Jokowi. Kalau sudah apriori, ya kita jadi maklum dengan pernyataannya itu," katanya.

Anggota Tim Sukses pasangan Prabowo-Hatta, Fahri Hamzah menyebut Joko Widodo sinting. Sebutan itu dilontarkan Fahri menanggapi janji Jokowi untuk menetapkan 1 Muharram sebagai hari santri nasional.

"Jokowi janji 1 Muharam hari Santri. Demi dia terpilih, 360 hari akan dijanjikan ke semua orang. Sinting!" Tulis Fahri melalui akun twitternya @Fahrihamzah.

Soal 1 Muharram sebagai Hari Santri Nasional muncul saat Jokowi berkampanye ke Pondok Pesantren Babussalam, Malang, Jawa Timur, Jumat (27/6). Para santri dan kyai meminta Jokowi menandatangani perjanjian kesepakatan untuk memperjuangkan Hari Santri Nsional itu.

Pimpinan Pondok Pesantren Babussalam Kyai Haji Thoriq Bin Ziyad menyatakan capres yang mau memperjuangkan hari santri nasional berarti telah memperjuangkan seluruh santri dan ulama. Jokowi, yang mengenakan peci hitam langsung menyanggupi permintaan tersebut.

"Saya menyanggupi permintaan menjadikan tanggal 1 Muharram sebagai hari santri nasional. Itu wajib diperjuangkan," kata Jokowi. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya