Berita

jokowi-jk/net

Jokowi-JK Tunduk pada Konstitusi dan Tak Obral Jabatan

SELASA, 01 JULI 2014 | 06:28 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Ada dinamika politik yang menarik di lapangan. Dalam setiap kampanye misalnya, Jokowi-JK terbukti hanya tunduk pada konstitusi dan kehendak rakyat.

Artinya, kata Jurubicara Jokowi-JK, Hasto Kristiyanto, Jokowi-JK menawarkan kepemimpinan yang bukan berangkat dari transaksional atau janji-janji politik berupa jabatan. Karena itulah, wajar saja ketika rakyat lebih memilih untuk memberikan kepercayaan kepada pasangan Jokowi-JK.

"Hal itu bisa dilihat dari bagaimana justru pasangan Jokowi-JK didukung oleh partisipasi masyarakat yang begitu kuat. Contohnya untuk pendanaan kampanye, rakyat begitu antusias memberikan sumbangan melalui rekening gotong royong yang tandanya Jokowi-JK benar-benar menjadi pemimpin yang dikehendaki rakyat," kata Hasto Senin malam (30/6).


Hal ini, lanjut Hasto, berbeda secara diametral, dengan pihak Prabowo-Hatta yang selalu memenuhi kampanye dengan janji, bahkan obral posisi jabatan menteri. Bahkan ada kemungkinan sosok seperti Made Mangku Pastika dari Bali, Rustriningsih dari Jateng, Ahmad Heryawan dari Jawa Barat pun  dijanjikan jabatan menteri. Demikian halnya, Ical menjadi menteri utama dan Mahfud MD memperoleh jabatan menteri di atas menteri.

"Jika mempertimbangkan bagaimana koalisi gemuk Prabowo-Hatta maka dengan berbagai penggalangan tokoh di atas, dipastikan Prabowo-Hatta surplus janji jabatan menteri. Padahal kemenangan masih jauh panggang dari api. Bahkan spirit yang dibangun terlihat lebih besar pasak daripada tiangnya," ujar Hasto, sambil menegaskan sebaiknya kepemimpinan Indonesia membebebaskan diri dari berbagai belitan utang budi. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya