Berita

jokowi/net

Jokowi Akhiri Kegiatan di Akhir Bulan Juni dengan Shalat Tarawih Berjamaah

SELASA, 01 JULI 2014 | 00:13 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Selain blusukan ke pasar tradisional, Jokowi juga mendatangi mall. Mall yang dimaksud adalah Mall Bintaro X Change yang berada di kawasan Bintaro.

"Biar langsung ngerti, dibandingkan seperti apa. Tadi pasar tradisional sekarang mall, biar tahu seperti apa. Memang harus dibandingkan, kalau nggak dibandingkan nggak ngerti," kata Jokowi di Mall Bintaro X Change, Senin (30/6).

Hari Senin di akhir bulan Juni ini memang menjadi hari yang sangat padat bagi Jokowi. Sebelum datang ke Bintaro X Change, Jokowi blusukan ke Pasar Pondok Labu, Jakarta Selatan, sejak pukul 09.00 sampai pukul 11.00 WIB. Dari Pondok Labu, Jokowi menuju ke Pasar Kebayoran Lama pada pukul 12.00 sampai 12.30 WIB.


Kegiatan blusukan ke pasar ini diisi dengan dialog bersama masyarakat, unsur partai dan relawan. Dan selesai dari Kebayoran Lama, Jokowi kembali mengunjungi pasar di kawasan Ciputat.

Setelah mengunjungi tiga pasar itulah, Jokowi mampir ke Mall Bintaro X Change untuk melihat bagaimana perbandingan antara pengelolaan pasar tradisional dengan pasar modern.

Saat di Tangerang, Jokowi berdialog dengan unsur guru dan buruh di Mardi Grass Bundaran 3 Citra Grand Cikupa. Sorenya, Jokowi berbuka puasa di Kantor Partai Nasdem, di Cik Ditiro, Jakarta Pusat. Selesai berbuka, Jokowi menuju Pondok Gede untuk melakukan salat tarawih.

Bukan hanya Jokowi yang punya agenda padat. Prabowo juga demikian. Namun saat Jokowi ikut shalat tawarih berjamaah, Prabowo justru menyampaikan orasi politik di hadapan ekspatriat yang dikemas dalam acara acara Indonesian Council on World Affairs (ICWA) di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Prabowo memulai orasi politiknya dengan membahas serangkaian masalah yang dihadapi Indonesia.

"Kita menghadapi tantangan lonjakan populasi. Indonesia mengalami pertumbuhan kira-kira lima miliar. Tiap tahun jumlah populasi kita bertambah sejumlah warga negara Singapura. Fakta lain yang kita perlu hadapi adalah masalah energi. Kalau nggak dapat sumber lahan energi dalam 12 tahun, crude oil kita akan 100 persen ngimpor. Sumber daya gas masih ada 34 tahun lagi. Batubara masih ada 79 tahun. Pemerintahan baru harus bisa menangani realitas ini," kata capres nomor urut satu ini. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya