Berita

Hasto Kristiyanto/net

Politik

DEBAT CAWAPRES

Jokowi-JK Bicara Lebih Mendasar soal SDM dan Iptek

SENIN, 30 JUNI 2014 | 01:05 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Dalam persoalan sumber daya manusia, Jokowoi-JK berbicara hal yang paling fundamental. Yakni bagaimana melalui politik berdaulat dan berdikari, pendekatan revolusi mental dikedepankan untuk mempercepat terwujudnya kualitas manusia Indonesia yang berkarakter, produktif dan berdaya guna untuk kepentingan bangsanya.

"Jokowi-JK lebih memilih pendekatan itu. Maka pendidikan karakter bisa masuk dalam semua mata pelajaran. Dari situlah budaya inventing terus dikembangkan," kata Jurubicara Jokowi-JK, Hasto Kristiyanto, tekait debat cawapres dengan tema SDM dan Iptek beberapa saat lalu (Senin, 30/6).

Di saat yang sama, katanya lagi, Jokowi-JK memberikan kepercayaan penuh pada kemampuan produksi nasional. Dengan demikian, di mata Jokowi-JK, SDM dan Iptek merupakan satu sisi mata uang, dan di sisi lainnya adalah ekonomi berdikari yg menjadi dasar agar Indonesia berdaulat.


Hasto pun menyesalkan Hatta Rajasa, yang sempat menduduki kursi Menteri Riset dan Teknologi plus pengalaman lebih dari 13 tahun di Pemerintahan, namun tak memiliki banyak prestasi. Adalah ironi besar bila seseorang dengan peluang jabatan demikian hanya bisa membuat UU. Itu pun, sebenarnya UU tak patut dibanggakan karena produk legislasi merupakan fungsi bersama Pemerintah dan DPR.

"Sangat disayangkan bahwa 13 tahun Hatta Rajasa di Pemerintahan, dengan jabatan yang strategis, hingga pos Menko Perekonomian, ternyata prestasi terbesarnya adalah membuat undang-undang," kata Hasto.

Hasto menambahkan persoalan pemerintahaan saat ini. Misalnya terkait dengan jalan-jalan raya rusak parah, listrik byar pet, beban impor PLN membesar, impor pangan masuk rekor terbesar dan impor daging dikorupsi.  Belum lagi pembangunan kilang minyak tidak pernah terealisasi akibat lobi importir minyak. [rus]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya