Berita

ilustrasi/net

Dunia

Seperti Thailand dan India, Tingkat Kerapuhan Indonesia High Alert

SABTU, 28 JUNI 2014 | 15:29 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sudan Selatan menjadi negara yang bertengger di posisi teratas daftar negara yang paling rapuh di dunia. Pasalnya, di negara yang baru mendapatkan kemerdekaan dari Sudan 2011 lalu masih kerap terjadi pembunuhan massal serta kekerasan etnis.

Hal itu ditunjukkan dalam laporan sepuluh tahunan yang disusun oleh sebuah organisasi niralaba yang berbasis Washington, yakni Fund For Peace.

Laporan yang berjudul "The Fragile States Index 2014" itu didasarkan pada sejumlah aspek di 178 negara, di antaranya adalah sosial, ekonomi, politik, termasuk di antaranya adalah tekanan demografis, kemiskinan, penurunan ekonomi, hak asasi manusia, serta kebuntuan politik. Laporan itu juga didasarkan pada telah ribuan artikel dan laproan yang diproses dengan software dan sumber elektronik yang tersedia.


Dari total 178 negara tersebut, diurutkan berdasarkan tingkat kerapuhannya.

Bertengger di tiga posisi teratas atau masuk kategori "Very High Alert" adalah Sudan Selatan, Somalia, dan Republik Afrika Tengah menduduki posisi tiga teratas.

Kategori kedua adalah "High Alert" di mana terdapat sebelas negara di dalamnya. Satu di antaranya adalah Suriah yang menduduki urutan 15 secara keseluruhan.

Salah satu negara anggota ASEAN, Myanmar menduduki urutan ke-24 atau masuk kategori "Alert" bersama 17 negara lainnya.

Sedangkan Filipina bertengger di urutan 52 dan masuk kategori "Very High Warning" bersama 31 negara lainnya.

Indonesia sendiri menempati urutan 82, berada di bawah India (81) dan Thailand (80) dan termasuk dalam kategori negara-negara yang tingkat kerapuhannya "High Warning". Dalam kategori itu terdapat total 43 negara.

Negara tetangga, Malaysia menempati urutan 117 dengan kategori "Warning".

Kategori selanjutnya adalah "Less Stable" yang diduduki oleh 12 negara dan "Stable" yang ditempati oleh 15 negara.

Selanjutnya adalah kategori "Very Stable" yang ditempati oleh 12 negara di antaranya adalah Korea Selatan di urutan 156, Jepang di urutan 157, Singapura 158, Amerika Serikat 159, Prancis 160, dan Inggris 161.

Di atasnya adalah posisi "Sustainable" yang diduduki 12 negara di antaranya adalah Belanda di urutan 166.

Sedangkan penempati posisi paling buncit atau negara yang "Very Sustainable" di posisi 178 adalah Finlandia.

Indeks tersebut, seperti dikutip pernyataan di situs resmi organisasi itu, diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan ide-ide untuk mempromosikan stabilitas yang lebih besar di seluruh dunia.

"Kami berharap indeks ini akan memacu percakapan, mendorong perdebatan, dan sebagian besar dari semua strategi panduan bantuan untuk keamanan yang berkelanjutan," tutup pernyataan tersebut. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

RH Singgung Perang Bubat di Balik Sowan Eggi–Damai ke Jokowi

Jumat, 09 Januari 2026 | 20:51

UPDATE

Pernyataan Eggi Sebut Akhlak Jokowi Baik jadi Bulan-bulanan Warganet

Selasa, 20 Januari 2026 | 01:40

Senyum Walikota Madiun

Selasa, 20 Januari 2026 | 01:19

Rapim Kemhan-TNI 2026 Tekankan Sishankamrata sebagai Kekuatan

Selasa, 20 Januari 2026 | 00:55

Legislator PKS Dorong Penyaluran KUR Pekerja Migran Tepat Waktu

Selasa, 20 Januari 2026 | 00:35

Digiring ke Gedung KPK, Walikota Madiun Malah Minta Didoakan

Selasa, 20 Januari 2026 | 00:20

Bencana Menerjang, BUMN Datang

Senin, 19 Januari 2026 | 23:55

Polisi Bongkar Clandestine Lab Tembakau Sintetis Senilai Rp2 Miliar

Senin, 19 Januari 2026 | 23:37

Mantan Jubir KPK Ali Fikri Raih Gelar Doktor Hukum Unair

Senin, 19 Januari 2026 | 23:11

Napi Bebas Pakai Gawai di Lapas Bukan Kelalaian Biasa

Senin, 19 Januari 2026 | 23:02

Walikota Madiun Maidi Dkk Tiba di Gedung KPK, Sebagian Lewat Belakang

Senin, 19 Januari 2026 | 22:46

Selengkapnya