Berita

fadli di kuburan Bethoven/net

Kubu Jokowi-JK Tak Cerdas Tuduh Fadli Zon Pemuja Karl Marx Hanya dengan Modal Foto Kuburan

JUMAT, 27 JUNI 2014 | 18:19 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Terlihat jelas kubu Jokowi-JK panik dan tidak tahu lagi apa yang harus disampaikan untuk menjawab berbagai isu yang merjang mereka. Misalnya, bukan malah menjawab apakah gagasan Revolusi Mental itu memang memiliki genealogi pemikiran dengan Komunisme dan Marxisme, tapi malah menuduh Fadli Zon sebagai pemuja Karl Marx.

Tuduhan itu pun, kata Ketua DPP Gerindra Asrian Mirza, sangat sederhana, dan tidak pantas dilakukan oleh kelompok yang mengaku sebagai intelektual. Tuduhan itu hanya berdasar pada foto Fadli Zon yang berada di kuburan Karl Marx. Dengan foto yang disebarkan pihak yang tak bertanggungjawab itu lalu secara mudah disimpulkan bahwa Fadli sebagai pengikut Karl Marx, yang juga salah seorang sosoiolog kenamaan asal Jerman.

"Malu saya membaca komentar yang mengaku tokoh dari pihak Jokowi-JK. Orang foto di samping makam tokoh tertentu dikatakan pemujanya. Sangat tidak cerdas! Coba bayangkan kalau ada tokoh foto di samping makam Doly di Malang. Maka dikomentarilah pemuja atau Pengikut Doly sang germo yang populer  dikalangan hidung belang itu," kata Asrian yang juga Tim Kampanye Nasional Prabowo-Hatta kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Jumat, 27/6).


Asrian, yang juga sahabat Fadli Zon, mengingatkan bahwa Fadli Zon, selain politisi, juga intelektual dan budayawan. Karena itu, Fadli, bila datang ke beberapa daerah di dunia, selalu berkunjung ke tempat-tempat bersejarah, tak terkecuali ke makam tokoh-tokoh ternama dan terkenal seperti Karl Marx.

"Jadi bukan hanya Karl Max. Kita pernah foto di makam John F Kennedy, Abraham Lincoln, Martin Luther King, Tito, Diponegoro, Bethoven, Mozart, Jenderal Sudirman, Bung Karno, Pak Harto. Dan bahkan makam para syuhada pejuang Bosnia dan banyak lagi. Jadi hal yang biasa dia lakukan," kata Asrian, yang dalam beberapa kesempatan selalu mendampingi sang sahabat bila bepergian. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya