. Para tokoh adat dan masyarakat adat Kalimantan, khususnya dari Kutai Barat, siap bekerja keras untuk memenangkan Jokowi-JK. Mereka pun secara khusus datang ke Jakarta untuk menyatakan dukungannya secara resmi.
Menurut Ketua Presidium Dewan Adat Dayak Kutai Barat, Yustinus Dullah, Jokowi-JK adalah capres dan cawapres yang lahir dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Jokowi-JK juga memiliki jalan hidup yang terang, dan bisa membawa Indonesia yang hebat dan gemilang di masa yang akan datang.
"Kami siap bekerja keras, bergotong royong, dan menjadi relawan untuk pemenangan Bapak Joko Widodo-Jusuf Kalla di daerah kami dengan persentase kemenangan 70 persen hingga 80 persen," kata Yustinus dalam deklarasi Pemenangan Masyarakat Adat Dayak Kutai Barat Kalimantan Timur Pro Jokowi-JK, di Tugu Proklamasi, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (27/6).
Dalam kesempatan ini, mereka pun menyampaikan harapan kepada Jokowi-JK bila terpilih. Ia berharap Jokowi-JK melindungi, menggali, melestarikan dan membina adat, adat istiadat, adat sukat dan adat seni budaya yang merupakan warisan nenek moyang Bangsa Indonesia sesuai Bhineka Tunggal Ika. Ia juga berharap Jokowi-JK bisa lebih akrab dengan para kepala adat, tokoh adat dayak Kalimantan pada umumnya, khususnya Kutai Barat Kabupaten Beradat.
Sebelum membacakan deklarasi, Yustinus juga berpesan kepada Jokowi-JK, jika terpilih nanti agar mengutamakan pembangunan Jalan Trans Kalimantan terutama yang menghubungkan Kalimantan Timur-Kalimantan Barat, Kalimantan Timur-Kalimantan Utara.
Dalam acara itu, dipertunjukkan pula Tarian Adat Dayat Kutai Barat yang diiringi musik khas. Dewan Adat Dayak Kutai Barat juga memberikan sebuah mandau kepada Ketua Tim Pemenangan Jokowi-JK, Tjahjo Kumolo, untuk disampaikan kepada Jokowi-JK.
Tjahjo Kumolo dalam sambutannya menyatakan, Jokowi-JK akan terus melestarikan nilai-nilai yang adat di masyarakat Indonesia, mulai dari Sabang hingga Merauke. Jokowi-JK juga akan terus memperjuangkan dan menghormati hukum adat yang dianggap sebagai bagian tak terpisahkan dari hukum di Indonesia.
"Masyarakat adat merupakan jati diri NKRI yang tidak bisa kita pisahkan dari prinsip membangun kehidupan berbansga dan bernegara berdasarkan Pancasila dan UUD 45," ujar Tjahjo.
Tjahjo juga menyampaikan apa yang menjadi aspirasi mereka merupakan utang politik yang menjadi amanat untuk segera direalisasikan jika Jokowi-JK diberi amanah memimpin NKRI ini. Amanat yang dimaksud antara lain segera merealisasikan pembangunan Jalan Trans Kalimantan.
Tak lupa, Tjahjo mengajak segenap pendukung Jokowi-JK untuk menciptakan pilpres yang jujur dan adil. Ia mengatakan, seluruh pendukung dan masyarakat yang mencintai demokrasi harus berani menentukan sikap, siapa kawan, siapa lawan, siapa kelompok yang akan merusak demokrasi dengan fitnah, serta hal yang akan memecah belah bangsa ini.
[ysa]