Berita

tjahjo kumolo/net

Tjahjo Kumolo Minta Bawaslu Proaktif Awasi Potensi Pelanggaran

JUMAT, 27 JUNI 2014 | 00:28 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) harus proaktif mengawasi potensi pelanggaran kampanye, mulai dari kasus SARA, politik uang, penghujatan, termasuk kasus surat kepada para guru yang berstatus pegawai negeri sipil.

"Bawaslu bila perlu meminta klarifikasi. Jangan hanya menunggu aduan. Jangan sampai terulang lagi. Karena ini sudah mendekati hari pencoblosan. Kampanye dengan money politic, menghujat, dan SARA, harus kita hindari," kata Ketua Tim Pemenangan Nasional Jokowi-JK, Tjahjo Kumolo, usai menghadiri peluncuran buku "22 Jurus Cerdas Jokowi untuk Indonesia" tulisan Michael F. Umbas di Jakarta, Kamis malam (26/6).

Pernyataan Tjahjo ini terkait dengan Prabowo Subianto yang meminta pendukungnya menerima uang yang ditawarkan dalam "serangan fajar" untuk memilih pasangan capres dan cawapres tertentu. Alasannya, kata Prabowo, uang itu adalah uang rakyat.


"Yang penting di desa-desa, di TPS-TPS, kalau ada serangan fajar, terima uangnya, karena itu uang rakyat. Masa nolak rejeki. Uang itu uang yang dia rampok dari negara. Kalau terima ya sopan aja, yang besok coblos nomor satu," kata Prabowo, dalam satu kampanye.

Satu lagi yang dikritisi oleh Tjahjo adalah kabar beredarnya surat dari capres Prabowo Subianto kepada guru-guru di sejumlah daerah. Menurutnya, alanglah lebih baik bila hal itu dilakukan melalui berkampanye secara terbuka, misalnya di forum PGRI, nelayan atau sekalian pasang iklan di media.

Untuk menyelesaikan dugaan pelanggaran kampanye itulah, maka Tim Jokowi-JK mendesak Bawaslu lebih proaktif dan mencermati perkembangan potensi pelanggaran kampanye. Ia pun berharap saat masa tenang nanti tidak ternodai sebagai pilpres harus berjalan dengan sukses dan demokratis.

Tjahjo juga mengatakan, calon presiden Joko Widodo, dalam berbagai kesempatan selalu menyampaikan kepada tim sukses dan relawan, agar tidak melakukan fitnah dan manipulasi di masa kampanye ini.

"Pak Jokowi menyampaikan ke tim sukses tidak melakukan fitnah dan harus sesuai prosedur kampanye yang ditetapkan KPU," paparnya.

Sementara itu, Michael F. Umbas mengatakan, Jokowi adalah pemimpin yang secara esensi punya komitmen membangun manusia yang ujungnya pada kesejahteraan. Menurut dia, program kesehatan dan pendidikan yang menjadi andalan Jokowi menunjukkan bagaimana kepemimpinannnya. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya