Berita

Shinzo Abe/net

Dunia

Jepang Bersiap Perluas Bantuan Bagi Negara-Negara Kaya

KAMIS, 26 JUNI 2014 | 15:47 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Para penasihat Menteri Luar Negeri Jepang mendesak pemerintah untuk memasukkan negara-negara kaya di antara para penerima bantuan luar negeri pada Kamis (26/6).

Hal itu sejalan dengan upaya Perdana Menteri Shinzo Abe untuk mendorong Jepang memainkan peran lebih dalam keamanan serta diplomasi global.

Jepang sendiri saat ini merupakan negara donor terbesar keempat dunia yang tergabung dalam bantuan pembangunan resmi atau official development assistance (ODA) setelah Amerika Serikat, Inggris, dan Jerman.


Bahkan Menteri Luar Negeri Jepang sendiri, Fumio Kishida menyebut bahwa bantuan pembangunan negaranya merupakan alat diplomatik terbesar bagi Jepang.

Para penasihan Menteri Luar Negeri melalui laporannnya menyebut bahwa Jepang harus dapat menahan diri dari menyalurkan ODA untuk keperluan militer. Sebaliknya, Jepang harus menyalurkan bantuan untuk kegiatan kemanusiaan seperti bantuan bencana.

Pemerintah Abe sendiri saat ini sedang mengkaji kebijakan ODA dan rencana untuk menyusun seperangkat prinsip baru pada akhir tahun ini.

"Ada negara-negara yang dilanda berbagai jenis kerentanan dan pengembangan tantangan bahkan setelah mereka mencapau tingkat pertumbuhan tertentu," kata para penasihat dalam laporannya seperti dilansir Reuters.

Negara-negara yang bisa menjadi sasaran baru bantuan Jepang termasuk di antaranya adalah yang terletak di kawasan Karibia dan Timur Tengah.

Selain itu para penasihat juga merekomendasikan koordinasi yang lebih erat antara pemerintah dan sektor swasta untuk memaksimalkan upaya Jepang memperluas bantuan ke luar negeri.

"Kerjasama antara sektor publik dan swasta semakin semakin penting untuk mempertemukan pengetahuan, teknologi, dan berbagai sumber daya Jepang yang unggul serta mendukung negara-negara berkembang secara lebih efektif," katanya.

Sejak menduduki jabatannya pada Desember 2012 lalu, Abe telah bepergian ke luar negeri untuk mempromosikan kebijakan luar negeri Jepang yang lebih proaktif memberikan kontribusi terhadap perdamaian serta membantu perusahaan-perushaan Jepang mengembangkan usaha mereka ke luar negeri. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

Pernyataan Eggi Sebut Akhlak Jokowi Baik jadi Bulan-bulanan Warganet

Selasa, 20 Januari 2026 | 01:40

Senyum Walikota Madiun

Selasa, 20 Januari 2026 | 01:19

Rapim Kemhan-TNI 2026 Tekankan Sishankamrata sebagai Kekuatan

Selasa, 20 Januari 2026 | 00:55

Legislator PKS Dorong Penyaluran KUR Pekerja Migran Tepat Waktu

Selasa, 20 Januari 2026 | 00:35

Digiring ke Gedung KPK, Walikota Madiun Malah Minta Didoakan

Selasa, 20 Januari 2026 | 00:20

Bencana Menerjang, BUMN Datang

Senin, 19 Januari 2026 | 23:55

Polisi Bongkar Clandestine Lab Tembakau Sintetis Senilai Rp2 Miliar

Senin, 19 Januari 2026 | 23:37

Mantan Jubir KPK Ali Fikri Raih Gelar Doktor Hukum Unair

Senin, 19 Januari 2026 | 23:11

Napi Bebas Pakai Gawai di Lapas Bukan Kelalaian Biasa

Senin, 19 Januari 2026 | 23:02

Walikota Madiun Maidi Dkk Tiba di Gedung KPK, Sebagian Lewat Belakang

Senin, 19 Januari 2026 | 22:46

Selengkapnya