Berita

ilustrasi/net

Dunia

Militer Thailand: Kudeta Tak Terencana!

KAMIS, 26 JUNI 2014 | 11:38 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kudeta militer yang dilakukan oleh militer Thailand bulan lalu merupakan hal yang tidak direncanakan sebelumnya.

"Sejauh ini yang saya ketahui tidak ada rencana (kudeta) sebelumnya," tegas Jenderal Senior Thailand, Chatchalerm Chalermsukh kepada BBC (Kamis, 26/6).

Pernyataan itu dikeluarkannya untuk membantah pemimpin oposisi yang mengklaim bahwa militer telah lama membahas upaya penggulingan pemerintah selama bertahun-tahun.


"Bila direncanakan (kudeta) maka hal itu tidah sah. Bila anda bertanya mengapa kudeta terjadi begitu lancar, itu karena pasukan sudah dikerahkan di kota. Jadi ketika kita menyatakan darurat militer, sudah ada militer dan polisi pasukan gabungan yang ditempatkan di daerah," jelas jenderal yang menjabat wakil kepala Staf Angkatan Darat dan anggota dari Dewan Nasional untuk Ketentraman dan Ketertiban yang sekarang memerintah Thailand.

Lebih lanjut Chatchalerm menjelaskan bahwa ratusan orang demonstran, aktivis, politisi, serta akademisi ditangkap oleh militer pasca kudeta 22 Mei lalu diperlakukan dengan baik oleh pihaknya. Mereka tidak ditahan di tempat penahan.

"Mereka seperti tamu rumah," katanya.

"Tidak ada pagar kawat berduri, dan kami telah menunjukkan tempat-tempat ini kepada kelompok-kelompok hak asasi manusia. Kami bahkan menyiarkan foto-foto mereka di TV nasional," sambung Chatchalerm.

Diketahui militer yang dipimpin oleh Jenderal Prayuth Chan-ocha mengambil alih kekuasan di Thailand menyusul krisis politik yang terjadi sejak akhir tahun lalu.

Militer berjanji untuk mengembalikan pemerintahan ke tangan sipil apabila telah terbentuk reformasi sistem politik di negara tersebut. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

Pernyataan Eggi Sebut Akhlak Jokowi Baik jadi Bulan-bulanan Warganet

Selasa, 20 Januari 2026 | 01:40

Senyum Walikota Madiun

Selasa, 20 Januari 2026 | 01:19

Rapim Kemhan-TNI 2026 Tekankan Sishankamrata sebagai Kekuatan

Selasa, 20 Januari 2026 | 00:55

Legislator PKS Dorong Penyaluran KUR Pekerja Migran Tepat Waktu

Selasa, 20 Januari 2026 | 00:35

Digiring ke Gedung KPK, Walikota Madiun Malah Minta Didoakan

Selasa, 20 Januari 2026 | 00:20

Bencana Menerjang, BUMN Datang

Senin, 19 Januari 2026 | 23:55

Polisi Bongkar Clandestine Lab Tembakau Sintetis Senilai Rp2 Miliar

Senin, 19 Januari 2026 | 23:37

Mantan Jubir KPK Ali Fikri Raih Gelar Doktor Hukum Unair

Senin, 19 Januari 2026 | 23:11

Napi Bebas Pakai Gawai di Lapas Bukan Kelalaian Biasa

Senin, 19 Januari 2026 | 23:02

Walikota Madiun Maidi Dkk Tiba di Gedung KPK, Sebagian Lewat Belakang

Senin, 19 Januari 2026 | 22:46

Selengkapnya