Masih ingat peristiwa jatuhnya pesawat Asiana di San Francisco pada 6 Juli tahun lalu?
Penyidik dari Amerika Serikat telah menemukan penyebab jatuhnya pesawat milik maskapai penerbangan yang berbasis di Korea Selatan itu.
Badan keselamatan transportasi Amerika Serikat memastikan kecelakaan tersebut terjadi karena awak pesawat terlalu mengandalkan sistem otomatis pesawat.
Menurut ketua National Transportation Safety Board (NTSB) Chris Hart, sistem otomatis tersebut memungkinkan kesalahan serius terjadi dalam penerbangan.
Dalam pertemuan yang digelar pada Selasa (24/6), Hart menyebut awak pesawat Asiana tidak sepenuhnya memahami sistem otomatis yang terpasang dalam pesawat berjenis Boeing 777 itu.
Pihak Asiana menyebut bahwa mereka yakin dengan menerbangkan pesawat dengan sistem otomatis akan dapat menjaga pesawat terbang dengan ketinggian cukup untuk mendarat dengan aman.
Namun fitur tersebut dimatikan setelah pilot malas untuk memperbaikinya sebelum pendaratan. Pihak Boeing sendiri mengaku telah memperingatkan soal fitur tersebut kepada regulator penerbangan di Amerika Serikat dan Eropa.
'Setiap pesawat otomatis seperti ini memiliki kondisi yang memerlukan pelatihan khusus dan kesadaran pilot," kata konsultan keamanan penerbangan John Cox kepada
BBC.
Diketahui, kecelakaan pesawat Asiana tersebut menjadi satu-satunya kecelakaan pesawat terfatal di Amerika Serikat dalam lima tahun terakhir.
Pesawat sempat menabrak dinding pembatas laut ketika mendekati landasan pacu yang mengakibatkan ekor pesawat rusak dan menghempaskan tubuh pesawat ke daratan sebelum akhirnya terbakar.
Dalam insiden tersebut sebnyak tiga orang tewas termasuk satu di antaranya adalah remaja asal Tingkok yang tewas karena tertabrak mobil pemadam kebakaran ketika berlari menyelamatkan diri.
[mel]