Berita

Artikel Prabowo Menang Atas Jokowi di Ireport CNN Dihapus

RABU, 25 JUNI 2014 | 02:51 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Ireport.cnn.com, situs jurnalisme warga milik CNN, menghapus artikel tentang hasil jejak pendapat Pilpres 9 Juli 2014. Situs berita yang berkantor pusat di Atlanta, Georgia, itu menghapus artikel berjudul 'Indonesians Predict Prabowo Will Be Next Indonesia President'.

Dalam artikel yang dihapus mengulas hasil jejak pendapat yang mengatasnamakan Gallup Indonesia Poll Daily. Artikel sempat mengudara kurang lebih 10 jam lamanya dan sebelumnya dapat diakses di http://ireport.cnn.com/docs/DOC-1147010?ref=feeds%2Fnewsiest.

Dalam artikel disebutkan bahwa berdasarkan hasil jejak pendapat Gallup Daily Indonesia elektabilitas Prabowo memimpin dengan 52 persen, sedangkan Jokowi 41 persen. Perolehan suara Prabowo disebutkan mengalahkan Jokowi di Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Lombok, Bali, NTT, Papua, dan Maluku.


Artikel dihapus kurang lebih 45 menit setelah Rakyat Merdeka Online mengulas dan menampilkan beritanya tadi malam pukul 21.37 dengan judul Gallup Poll: 41 Persen Pilih Jokowi, 52 Persen Berpikir Prabowo Menang.

Artikel yang ditulis dengan judul kecil 'A 52% Majority Thinks Prabowo Will Win, Versus 41% Choosing Joko Widodo' itu juga sempat disebarkan oleh seorang kaskuser di jejaring kaskus.

Saat membuka ulang rujukan berita pukul 22.15, redaksi hanya mendapat pesan "This iReport has been removed because it was flagged by the community and found to be in violation of the iReport Community Guidelines and Terms of Use."

Hingga berita ini diturunkan belum ada penjelasan rinci mengapa artikel tersebut dihapus, baik dari pihak CNN, Gallup yang sering melakukan jejak pendapat terkait persaingan pilpres di Amerika Serikat maupun warga yang mengupload artikel tersebut. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya