Berita

Dunia

Kurdistan Irak Manfaatkan Situasi untuk Memerdekakan Diri?

SELASA, 24 JUNI 2014 | 13:03 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemimpin kelompok Kurdi di Irak Massoud Barzani memberikan indikasi kuat bahwa daerahnya akan berupaya mencari kemerdekaan resmi dari situasi yang tengah berkembang di Irak saat ini.

"Irak jelas berantakan. Dan sudah jelas bawa pemerintah federal ataupun pusat telah kehilangan kontrol atas apapun. Semuanya runtuh, tentara, pasukan, polisi," kata Barzani kepada CNN pada Senin (23/6).

Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak menyebabkan konflik yang terjadi di Irak saat ini.


"Ini adalah orang lain yang melakukannya. Dan kita tidak bisa tetap tersandera untuk ditidak dikenali," jelas Barzani melalui penerjemah.

"Waktunya kini bagi warga Kurdistan untuk menentukan masa depannya dan keputusan rakyat adalah apa yang akan kita tegakkan," sambungnya.

Kelompok Kurdi Irak yang memiliki otonomi dari Baghdad sejak lebih dari dua dekade terakhir telah lama mendambakan kemerdekaan.

Dengan adanya konflik terbaru yang terjadi sejak dua pekan terakhir di Irak di mana ekstrimis Sunni menduduki sejumlah wilayah di Irak serta perbatasan wilayah Kuridstan Irak agaknya telah membuat warga Kurdi terdorong untuk menentukan nasibnya sendiri.

"Sekarang kita hidup di Irak yang baru, yang berbeda sepenuhnya dari Irak yang selalu kita tahu, Irak yang kita tinggali sepuluh hari atau dua minggu lalu," ujarnya.

"Setelah peristiwa baru-baru ini di Irak, telah terbukti bahwa orang-orang Kurdi harus merebut kesempatan sekarang. Rakyat Kurdistan sekarang harus menentukan masa depan mereka," lanjutnya.

Barzani mengatakan bahwa ia akan menjelaskan hal itu kepada Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry yang digelar di Erbil hari ini (Selasa, 24/6).

Kelompok Kurdi Irak dan Amerika Serikat diketahui memang memiliki hubungan baik. Salah satu bentuknya telihat ketika Amerika Serikat menerapkan zona larangan terbang di atas wilayah otonomi Kurdi pada tahun 1990an untuk melindunginya dari konflik.

Kendati merupakan sekutu, Amerika Serikat menentang keinginan Kurdi untuk memerdekakan diri.

"Aku akan bertanya padanya (Kerry) 'Berapa lama orang-orang Kurdi akan tetap seperti ini?" Orang-orang Kurdi adalah orang yang seharusnya menentukan nasibnya sendiri, bukan orang lain," jelas Barzani.

Untuk diketahui, Kurdistan memiliki angkatan militernya sendiri yang disebut dengan Peshmerga yang saat ini juga terlibat dalam upaya melawan kelompok militan ISIL. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

Pernyataan Eggi Sebut Akhlak Jokowi Baik jadi Bulan-bulanan Warganet

Selasa, 20 Januari 2026 | 01:40

Senyum Walikota Madiun

Selasa, 20 Januari 2026 | 01:19

Rapim Kemhan-TNI 2026 Tekankan Sishankamrata sebagai Kekuatan

Selasa, 20 Januari 2026 | 00:55

Legislator PKS Dorong Penyaluran KUR Pekerja Migran Tepat Waktu

Selasa, 20 Januari 2026 | 00:35

Digiring ke Gedung KPK, Walikota Madiun Malah Minta Didoakan

Selasa, 20 Januari 2026 | 00:20

Bencana Menerjang, BUMN Datang

Senin, 19 Januari 2026 | 23:55

Polisi Bongkar Clandestine Lab Tembakau Sintetis Senilai Rp2 Miliar

Senin, 19 Januari 2026 | 23:37

Mantan Jubir KPK Ali Fikri Raih Gelar Doktor Hukum Unair

Senin, 19 Januari 2026 | 23:11

Napi Bebas Pakai Gawai di Lapas Bukan Kelalaian Biasa

Senin, 19 Januari 2026 | 23:02

Walikota Madiun Maidi Dkk Tiba di Gedung KPK, Sebagian Lewat Belakang

Senin, 19 Januari 2026 | 22:46

Selengkapnya