Pemimpin kelompok Kurdi di Irak Massoud Barzani memberikan indikasi kuat bahwa daerahnya akan berupaya mencari kemerdekaan resmi dari situasi yang tengah berkembang di Irak saat ini.
"Irak jelas berantakan. Dan sudah jelas bawa pemerintah federal ataupun pusat telah kehilangan kontrol atas apapun. Semuanya runtuh, tentara, pasukan, polisi," kata Barzani kepada CNN pada Senin (23/6).
Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak menyebabkan konflik yang terjadi di Irak saat ini.
"Ini adalah orang lain yang melakukannya. Dan kita tidak bisa tetap tersandera untuk ditidak dikenali," jelas Barzani melalui penerjemah.
"Waktunya kini bagi warga Kurdistan untuk menentukan masa depannya dan keputusan rakyat adalah apa yang akan kita tegakkan," sambungnya.
Kelompok Kurdi Irak yang memiliki otonomi dari Baghdad sejak lebih dari dua dekade terakhir telah lama mendambakan kemerdekaan.
Dengan adanya konflik terbaru yang terjadi sejak dua pekan terakhir di Irak di mana ekstrimis Sunni menduduki sejumlah wilayah di Irak serta perbatasan wilayah Kuridstan Irak agaknya telah membuat warga Kurdi terdorong untuk menentukan nasibnya sendiri.
"Sekarang kita hidup di Irak yang baru, yang berbeda sepenuhnya dari Irak yang selalu kita tahu, Irak yang kita tinggali sepuluh hari atau dua minggu lalu," ujarnya.
"Setelah peristiwa baru-baru ini di Irak, telah terbukti bahwa orang-orang Kurdi harus merebut kesempatan sekarang. Rakyat Kurdistan sekarang harus menentukan masa depan mereka," lanjutnya.
Barzani mengatakan bahwa ia akan menjelaskan hal itu kepada Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry yang digelar di Erbil hari ini (Selasa, 24/6).
Kelompok Kurdi Irak dan Amerika Serikat diketahui memang memiliki hubungan baik. Salah satu bentuknya telihat ketika Amerika Serikat menerapkan zona larangan terbang di atas wilayah otonomi Kurdi pada tahun 1990an untuk melindunginya dari konflik.
Kendati merupakan sekutu, Amerika Serikat menentang keinginan Kurdi untuk memerdekakan diri.
"Aku akan bertanya padanya (Kerry) 'Berapa lama orang-orang Kurdi akan tetap seperti ini?" Orang-orang Kurdi adalah orang yang seharusnya menentukan nasibnya sendiri, bukan orang lain," jelas Barzani.
Untuk diketahui, Kurdistan memiliki angkatan militernya sendiri yang disebut dengan Peshmerga yang saat ini juga terlibat dalam upaya melawan kelompok militan ISIL.
[mel]