Berita

Rachmawati soekarnoputri

Rachmawati: Jangan karena Ada Krisis, Aset Dijual

SELASA, 24 JUNI 2014 | 11:22 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Calon Presiden Joko Widodo memaklumi tindakan pemerintahan Megawati Soekarnoputri yang menjual Indosat ke Singapura pada tahun 2002 lalu. Alasannya, saat itu perekonomian Indonesia belum stabil imbas krisis tahun 1998.

Alasan Jokowi yang disampaikan dalam debat Capres III Minggu malam lalu disayangkan. Karena Jokowi terkesan menggampangkan masalah, menjual aset hanya karena ada krisis.

"Saya sangat menyesalkan itu. Alangkah sedihnya rakyat kita, karena alasan kondisi (masih) krisis aset kita dijual," tegas mantan anggota Wakil Dewan Pertimbangan Presiden, Rachmawati Soekarnoputri kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Selasa, 24/6).


Dia mengingatkan, bumi Indonesia mengandung kekayaan alam yang sangat luar biasa. Karena itu jangan sekali-kali dijual hanya karena ketidakmampuan pemerintah dalam mengurusi persoalan perekonomian. "Saya kira itu political will yang kurang baik," tegas putri Bung Karno ini.

Apalagi, aset negara yang dijual ke Singapore technologies Telemedia (STT) itu sangat strategis. Karena dengan menguasai Indosat, asing bisa mematai-matai Indonesia. Ini yang pernah dialami Irak ketika berperang melawan Amerika Serikat. "Makanya, mestinya harus dicarikan jalan lain, jangan sampai menjual aset," ungkapnya. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya