Berita

Politik

DEBAT CAPRES KETIGA

Jokowi: Wajar Dulu Indosat Dijual

MINGGU, 22 JUNI 2014 | 22:32 WIB | LAPORAN:

Indonesia akan melakukan pembelian kembali (buy back) Indosat. Karena sekarang ini, Indonesia masih harus menyewa satelit dari perusahaan tersebut, padahal satelit sangat dibutuhkan untuk menunjang ketahanan dan pertahanan nasional.

Rencananya, pemerintah mendatang akan melakukan pengawasan di tiga wilayah Indonesia menggunakan teknologi drone (pesawat tanpa awak).

"Ada tujuh belas ribu pulau yang harus kita awasi," ujar capres Joko Widodo dalam debat capres tentang Politik Internasional dan Ketahanan Nasional di Holiday Inn Jakarta (Minggu, 22/6).


Pernyataan Jokowi ini disampaikan sebagai jawab atas pertanyaan Prabowo soal aset-aset Negara yang dijual saat Megawati Soekarnoputri menjabat Presiden RI. Salah satu aset yang disorot Prabowo adalah penjualan Indosat ke  asing.

Jokowi kemudian menyebutkan bahwa penjualan Indosat yang merpakan BUMN ke pihak luar memiliki klausul pembolehan buyback yang dilakukan oleh Indonesia. Namun, buyback itu akan tercapai hanya jika kondisi ekonomi Indonesia mengalami pertumbuhan yang baik.

"Nanti kita ambil lagi," kata Jokowi.

Jokowi mewajarkan kebijakan Mega menjual Indosat, dan mengajak Prabowo berpikir jernih dalam melihat masalahnya.

"Jangan lihat masa lalu, kita lihat masa depan. Kondisi dulu dan sekarang beda. Waktu itu masih krisis, beda dengan waktu normal," demikian Jokowi.[dem]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya