Berita

Politik

PILPRES 2014

Prabowo: Apa Mau Dipimpin Boneka?

MINGGU, 22 JUNI 2014 | 15:58 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Calon Presiden Prabowo Subianto kembali menyindir Jokowi, rivalnya di Pilpres 9 Juli mendatang. Prabowo menyampaikan pentingnya tidak memilih capres boneka.

"Kita akan pilih pemimpin yang bukan pemimpin boneka.Saudara mau dipimpin boneka atau tidak?" ucap Prabowo dalam kampanye akbar yang dihadiri 230 ribu pendukung di Stadion GBK, Senayan Jakarta (Minggu, 22/6).

Dikatakan Prabowo, ada banyak yang takut kalau dirinya bersama Hatta menang dalam pilpres. Ketakutan tersebut karena mereka tak menginginkan ada pemerintah yang bersih dan membela rakyat.


"Mereka suka dengan boneka-boneka. Hei kalian yang menghina bangsa Indonesia, kalian yang membeli bangsa, kalian yang pasang boneka di Indonesia, kalian yang ingin Indonesia miskin terus. Tidak! Kami ingin berdiri, Indonesia ingin berdiri dengan kehormatan," katanya berapi-api.

Menurut dia, yang dibutuhkan kedepan adalah pemerintah yang membela kepentingan segenap rakyat Indonesia, bukan pemerintah yang bisa disogok dan bisa disuruh oleh bangsa lain.

"Bukan pemerintah yang bisa jual aset-aset negara," demikian Prabowo.

Isu capres boneka kerap dialamatkan kepada Jokowi setelah Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri memberi pernyataan bahwa Jokowi tetap merupakan petugas partai jika terpilih menjadi Presiden RI. Banyak kalangan menganggap pernyataan Megawati itu berarti kalau terpilih sebagai Presiden Jokowi hanya jadi boneka Megawati dan PDI-P saja. Apapun kebijakan Jokowi harus sesuai perintah Megawati. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya