Berita

Politik

Jubir JK: PPATK Harus Telusuri Transaksi Tanoesodibjo Prabowo-Hatta

JUMAT, 20 JUNI 2014 | 17:08 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Kubu Jokowi-JK mendesak Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menelusuri adanya transaksi besar-besaran saham perusahaan milik Hari Tanoe yang mengatasnamakan capres-cawapres Prabowo-Hatta.

"PPATK pun harus proaktif untuk menelusuri asal-usul dan transaksi yang sangat bernilai politis tersebut. Jangan sampai transaksi tersebut sebagai awal penggelontoran dana untuk pemenangan pilpres,"  ujar Jubir cawapres JK, Poempida Hidayatulloh dalam keterangan pers yang dipancarluaskan kepada wartawan melalui pesan blackberry (Jumat, 20/6).

Diberitakan sebelumnya, nama Prabowo Subianto-Hatta Rajasa sempat muncul dalam susunan pemegang saham kelompok usaha MNC. Dalam terminal Bloomberg, layanan data finansial dari Bloomberg LLP yang dilanggan oleh sekuritas dan perusahaan terbuka, nama keduanya muncul dengan entitas bernama Tanoesoedibjo Prabowo-Hatta.


Nama entitas Tanoesoedibjo Prabowo-Hatta muncul dalam empat saham kelompok usaha Grup Media Nusantara Citra (MNC). Munculnya nama itu sempat menjadi perbincangan ramai di kalangan perusahaan efek, kemarin. Setelah itu, entitas Tanoesoedibjo Prabowo-Hatta mendadak hilang dalam daftar susunan pemegang saham di empat perusahaan Grup MNC di terminal Bloomberg. Berdasarkan tampilan data pada terminal Bloomberg, Kamis pukul 16.00 WIB, nama Tanoesoedibjo Prabowo-Hatta tidak tampak lagi dalam daftar susunan pemegang saham PT MNC Investama Tbk. (BHIT), PT MNC Land Tbk. (KPIG), PT Global Mediacom Tbk. (BMTR), dan PT Media Nusantara Citra Tbk. (MNCN).

Ditambahkan Poempida, jangan sampai ada dana-dana yang "dicucikan" melalui pasar modal, yang sebenarnya berasal dari dana haram yang didapatkan secara tidak benar. Publik pun berhak curiga, apakah dana itu berasal dari mafia minyak yang diduga sedang menjalankan politik balas budi.

"Publik juga  berhak untuk mengetahui ada apa dibalik transaksi itu? Apa kaitannya dengan pilpres? Namun yang pasti, negara tidak boleh dikendalikan oleh kekuatan uang di dalam menentukan pemimpin nasionalnya," cetusnya.

Menurut Poempida yg juga politikus Golkar ini, melihat apa yang terjadi dengan transaksi tersebut, terasa betul bedanya, bahwa Jokowi jauh lebih mandiri.

"Sebab, rakyatlah sumber kekuatan Jokowi," katanya.[dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya