Berita

wiranto/net

Politik

Pengakuan Wiranto Soal Prabowo Jauh dari Kebenaran

KAMIS, 19 JUNI 2014 | 20:45 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Pernyataan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Wiranto terkait bocornya surat keputusan Dewan Kehormatan Perwira (DKP) ke publik dikecam banyak kalangan. Pengakuan Wiranto mengenai status DKP dan Prabowo Subianto dinilai lebih bernuansa politis dan jauh dari nilai-nilai kebenaran.

"Status Wiranto sekarang sebagai tim sukses Jokowi-JK. Jadi jelas apa yang disampaikannya bukan mengungkap kebenaran yang sebenar-benarnya tapi untuk mendukung pasangan jagoannya," kata Sekretaris Jenderal RECLAIM Indonesia Akhmad Suhaimi kepada wartawan sesaat lalu (Kamis, 19/6). RECLAIM Indonesia merupakan salah satu relawan pendukung Prabowo-Hatta dalam Pilpres 9 Juli mendatang.

Menurutnya, kelompok Jokowi sudah kehilangan arah dan isu untuk menyerang Prabowo Subianto. Menurut dia, isu surat DKP sangat nyata dimainkan kelompok kontra Prabowo demi kepentingan politis semata.


Akhmad Suhaimi juga menilai, kompetensi pernyataan Wiranto terlalu tendensius dan kehilangan ruh kebenaran. Isu ini, lanjutnya, semata-mata untuk membunuh karakter Prabowo.

"Isu DKP siapa yang melempar dan siapa pula yang kemudian menanggapi, sekarang menjadi semakin jelas dan terang benderang," jelasnya.

Sebelumnya, mantan Menhankam/Panglima ABRI Jenderal TNI (Purn) Wiranto yang juga Ketua Umum Hanura menyatakan sebaiknya perdebatan publik jangan terjebak pada pembocorannya, tetapi pada substansi surat yang beredar di publik. Menurut dia, perlu dibuktikan kebenaran seluruh substansi agar publik tahu.

Dia menganggap sangat mudah untuk membuktikan kebenaran surat tersebut. Pasalnya, enam orang yang menandatangani surat tersebut masih hidup. Mereka ialah Subagyo HS (saat itu Ketua DKP), Fachrul Razi sebagai Wakil Ketua DKP, Djahari Chaniago (sekretaris), dan tiga anggota DKP, Susilo Bambang Yudhoyono, Agum Gumelar, dan Yusuf Kartanegara.

"Mereka masih ada, bisa ditanyakan. Nggak mungkin semuanya lupa, pasti ingat bahwa substansi dari surat DKP itu benar atau salah," katanya.

Untuk diketahui, belum lama ini beredar surat keputusan DKP yang berisi rekomendasi pemberhentian Prabowo dari ABRI. Salah satu penanda tangan surat tersebut, mantan Wakil Panglima ABRI Letnan Jenderal (Purn) Fachrul Razi, membenarkan substansi surat yang beredar. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya