Berita

net

Dunia

Kasus Penculikan Lebih Pengaruhi Pariwisata Malaysia, Ketimbang MH370

RABU, 18 JUNI 2014 | 11:03 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Tragedi menghilangnya pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 awal Maret lalu ternyata tidak memiliki dampak yang lebih besar dari kasus penculikan yang terjadi di wilayah Sabah terhadap industri pariwisata Malaysia.

Menteri Pariwisata dan Budaya Datuk Seri Nazri Aziz menyebut, penurunan tersebut terutama terlihat dari banyaknya pembatalan kunjungan ke Malaysia oleh wisatwan Tiongkok.

Ia menjelaskan, baru-baru ini terdapat 76 penerbangan dari Tiongkok ke Kota Kinabalu yang dibatalkan.


"Itulah sebabnya kita perlu melakukan lebih untuk meyakinkan wisatawan dari Tiongkok bahwa Sabah aman, tapi ini di luar kapasitas pelayanan saya," katanya di hadapan parlemen pada Selasa (17/6).

Karena itu ia meminta agar pemerintah Sabah dan Kementerian Dalam Negeri berupaya untuk mengembalikan kepercayaan wisatawan dan menjamin bahwa wilayah tersebut aman.

"Mereka (Kementerian Dalam Negeri) harus menggelar pembicaraan untuk memastikan agar insiden semacam itu tidak terjadi lagi," jelas Nazri seperti dikutip Asia One.

Ia menekankan, kendati kasus penculikan terjadi di Sabah, namun hal itu berdampak pada seluruh Malaysia.

Sejumlah negara, sambungnya, bahkan mengeluarkan peirngatan perjalanan kepada warga negaranya yang akan mengunjungi sabah, seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Jerman.

"Saya mencoba yang terbaik untuk meminta negara-negara ini agar menarik kembali peringatan perjalanan itu, tapi sulit didasarkan pada situasi saat ini," tambahnya.

Untuk diketahui, dalam tiga bulan terakhir terdapat setidaknya tiga kasus penculikan di Sabah.

Penculikan terbaru terjadi pada Senin dini hari lalu, di mana seorang peternak ikan Malaysia dan pekerjanya diculik oleh orang bersenjata yang menaiki speedboard di Kunak.

Sebelumnya, pada 2 April lalu seorang turis asal Tiongkok dan pekerja hotel asal Filipina juga diculik dari  Singamata Reef Resort sekat Semporna oleh lima orang bersenjata. Mereka berhasil dibebaskan setelah negosiasi yang dilakukan berminggu-minggu melalui perantara polisi.

Kasus lainnya adalah penculikan seorang warga Tiongkok pada bulan lalu oleh prang bersenjata yang diketahui berasa dari Filipina. Warga Tiongkok bernama Yang Zai Lin itu masih belum diketahui nasibnya hingga saat ini.

Kasus penculikan tersebut, sebut Nazri, telah menurunkan minat wisatawan asing untuk berkunjung ke Malaysia, terutama wisatawan yang berasal dari Tiongkok.

Ia membadingkan penurunan itu dengan yang terjadi pasca menghilangnya MH370. Pasca menghilangnya MH370, terdapat sekitar 30 ribu pembatalan kunjungan ke Malaysia oleh wisatawan Tiongkok.

Karena itu, sebutnya, pemerintah akan meningkatkan kampanye demi menarik kembali minat wisatwan asing untuk datang ke Malaysia, terutama yang berasal dari Tiongkok, Thailand, Singapura, Indonesia, Brunei, Filipina, India, Bangladesh, Kuwait, Oman, Qatar, Australia, dan Selandia Baru. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

Pernyataan Eggi Sebut Akhlak Jokowi Baik jadi Bulan-bulanan Warganet

Selasa, 20 Januari 2026 | 01:40

Senyum Walikota Madiun

Selasa, 20 Januari 2026 | 01:19

Rapim Kemhan-TNI 2026 Tekankan Sishankamrata sebagai Kekuatan

Selasa, 20 Januari 2026 | 00:55

Legislator PKS Dorong Penyaluran KUR Pekerja Migran Tepat Waktu

Selasa, 20 Januari 2026 | 00:35

Digiring ke Gedung KPK, Walikota Madiun Malah Minta Didoakan

Selasa, 20 Januari 2026 | 00:20

Bencana Menerjang, BUMN Datang

Senin, 19 Januari 2026 | 23:55

Polisi Bongkar Clandestine Lab Tembakau Sintetis Senilai Rp2 Miliar

Senin, 19 Januari 2026 | 23:37

Mantan Jubir KPK Ali Fikri Raih Gelar Doktor Hukum Unair

Senin, 19 Januari 2026 | 23:11

Napi Bebas Pakai Gawai di Lapas Bukan Kelalaian Biasa

Senin, 19 Januari 2026 | 23:02

Walikota Madiun Maidi Dkk Tiba di Gedung KPK, Sebagian Lewat Belakang

Senin, 19 Januari 2026 | 22:46

Selengkapnya