Berita

MISTERI KASUS TRANSJAKARTA

Faizal Assegaf Cs Akan Minta Kejagung Klarifikasi Soal Permintaan Megawati

RABU, 18 JUNI 2014 | 06:37 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kalau tidak ada aral melintang, Faizal Assegaf bersama beberapa rekannya akan mendatangi Kejaksaan Agung, siang ini (Rabu, 18/6).

Maksud kedatangan Faizal cs ke gedung bundar adalah untuk meminta penjelasan terkait dokumen pembicaraan antara Megawati Soekarnoputri dengan Jaksa Agung Basrief Arief terkait penanganan kasus dugaan korupsi pengadaan bus Transjakarta.

"Rencananya datang jam satu siang. Kita mau menyampaikan surat permintaan klarifikasi," kata Ketua Progres '98 itu kepada redaksi tadi malam (Selasa, 16/6).


Faizal mengatakan permintaan klarifikasi ke pihak Kejagung sebagai langkah awal yang ditempuhnya untuk memperjelas transkrip rekaman pembicaraan antara Megawati dan Basrief Arief. Dalam salinan dokumen pembicaraan yang dimilikinya, Faizal mengatakan bahwa Megawati meminta 'tolong' kepada Basrief agar tidak menjadikan Jokowi sebagai tersangka dugaan korupsi pengadaan bus Transjakarta senilai Rp 1,5 triliun di Pemprov DKI.

Transkrip pembicaraan diperoleh Faizal dari seseorang yang mengaku utusan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto usai mendatangi kantor KPK untuk menanyakan kelanjutan penanganan kasus gratifikasi atas donasi dana kampanye yang dihimpun pasangan Jokowi-JK yang dilaporkan Progres 98, akhir Mei 2014 lalu.

Dikatakan Faizal, pembicaraan antara Megawati dan Basrief berlangsung awal Mei 2014 dengan durasi rekaman pembicaraan sekitar tiga menit lamanya. Di dalam pembicaraan, menurut Faizal, Megawati menyebut sejumlah nama kepada Basrief untuk menindaklanjuti upaya 'penyelamatan' Jokowi. Mereka antara lain politisi PDIP Trimedya Panjaitan, Ketua Umum Partai Nasdem sekaligus bos Media Group, Surya Paloh, dan advokat senior yang memperkuat barisan tim hukum pasangan Jokowi-JK, Todung Mulya Lubis.

Kepada Jaksa Agung, Mega mengatakan untuk urusan teknis terkait permintaannya lebih lanjut akan ditangani Trimedya dan Todung. Sementara Surya disebutnya sudah berjanji akan meredam wartawan agar tidak memberitakan kasus Transjakarta.

Faizal tak mau menduga-duga apa respon Kejagung menyikapi permintaan klarifikasi yang disampaikan nanti. Yang pasti dia berharap betul segera ada kejernihan dari permasalahan ini.

"Kita positif thinking. Semua pihak harus bicara karena faktanya kasus Transjakarta berhenti di tengah jalan," pungkas Faizal.[dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Masalah Klasik Tak Boleh Terulang di Musim Haji 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:15

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:13

Jembatan Rusak di Pandeglang Diperbaiki Usai Tiga Siswa Jatuh

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:05

ATR/BPN Rumuskan Pola Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:53

Tim Kuasa Hukum Nilai Tuntutan Nadiem Tak Berdasar Fakta Persidangan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44

Kelantan Siapkan Kota Bharu Jadi Hub Asia, Sasar Direct Flight Bangkok hingga Osaka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:33

PLN Luncurkan Green Future Powered Today

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:30

Riki Sendjaja dan Petrus Halim Dikorek KPK soal Kredit Macet di LPEI

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:27

Juri LCC MPR Harus Minta Maaf Terbuka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:21

Polisi Jaga Ratusan Gereja di Jadetabek

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:14

Selengkapnya