Berita

bambang widjojanto/net

MISTERI KASUS TRANSJAKARTA

Dokumen Pembicaraan Megawati dan Jaksa Agung Dibocorkan Utusan Bambang KPK

RABU, 18 JUNI 2014 | 06:31 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Ketua Progres '98, Faizal Assegaf, mengaku memiliki transkrip rekaman pembicaraan antara Megawati Soekarnoputri dengan Jaksa Agung Basrief Arief berisi permintaan agar tidak mengalungkan status tersangka kepada Jokowi dalam kasus dugaan korupsi proyek bus Transjakarta.

Faizal mengatakan dokumen diperoleh dirinya dari seseorang yang mengaku utusan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto usai dirinya mendatangi kantor KPK, Jumat keempaat Mei 2014. Saat itu Faizal mendatangi kantor KPK untuk menanyakan tindaklanjut laporan Progres 98 mengenai gratifikasi terkait donasi dana kampanye yang dihimpun dari masyarakat oleh pasangan Jokowi-JK kepada KPK.

"Di hari yang sama setelah pulang dari KPK, saya didatangi utusan BW. Dia memberi saya transkrip rekaman pembicaraan itu," kata Faizal kepada redaksi tadi malam (Selasa, 17/6).


Faizal mengatakan pada awalnya tak percaya dengan dokumen transkrip yang disodorkan. Tapi karena orang tersebut mengaku utusan Bambang Widjojanto dan memperdengarkan suara rekamannya, Faizal pun berubah pikiran. Sayangnya Faizal belum mau menyebut nama pemberi dokumen. Dia berjanji akan membeberkannya di lain waktu.

Faizal tak bisa memastikan rekaman pembicaraan antara Mega dengan Basrief merupakan hasil penyadapan KPK. Namun Faizal mengaku keyakinanya bertambah karena sejauh ini hanya KPK yang memiliki kemampuan menyadap dengan canggih.

"Siapa coba yang bisa menyadap?" imbuhnya.

Selain menerima transkrip rekaman pembicaraan Mega dengan Basrief, Faizal juga mengaku diberitahu mengenai sikap Bambang terhadap kasus yang disebut-sebut menjerat Jokowi. Termasuk kasus gratifikasi yang dilaporkannya ke KPK. Bambang menyatakan tidak bisa menjerat Jokowi dengan pasal gratifikasi karena telah menghimpun donasi untuk dana kampanye dari masyarakat dan malah menganjurkan agar menjerat Jokowi dengan kasus Transjakarta.

"Apa maksudnya Bambang bilang jangan diseret dengan kasus gratifikasi, apa ada tukar guling kasus dengan kejaksaan?" tandasnya.

Redaksi berupaya meminta klarifikasi kepada Bambang Widjojanton, pimpinan KPK lainnya atau pihak berkompeten mewakili institusi KPK untuk memperjelas isi berita. Klarifikasi akan ditampilkan dalam berita lanjutan. [dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya