Berita

Politik

Pendukung Prabowo-Hatta Dukung Risma Tutup Dolly

SELASA, 17 JUNI 2014 | 21:11 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Penolakan atas upaya Walikota Surabaya Tri Rismaharini menutup lokalisasi Gang Dolly mengundang keprihatinan Santri Musisi Jalanan dan Relawan Pendukung Prabowo-Hatta, Gema Indonesia. Sebagai bentuk dukungan terhadap Risma, mereka menggelar aksi simpatik di  Bundaran HI, Jakarta, siang tadi (Selasa, 17/6).

"Saritem di Bandung dan Kramat Tunggak di Jakarta saja bisa ditutup, kenapa Dolly tidak bisa? Pasti ada mafia yang bermain," cetus Ketua Santri Musisi Jalanan se-Jawa dan Bali, Muhammad Bamahfudz di sela aksi.
 
Panggung jalanan diikuti 100 relawan. Selain melantunkan musik dan lagu dengan slogan "Untukmu Indonesia, Kami ada", dalam aksinya mereka juga membentangkan beberapa spanduk dukungan, dan bergiliran menyampaikan orasi dan meneriakkan dukungan kepada Risma.


Penolakan atas penutupan lokalisasi Gang Dolly disampaikan sejumlah kalangan seiring rencana penutupan lokalisasi terbesar di Asia Tenggara itu besok (Rabu, 18/6). Tak sedikit suara penolakan disampaikan para pendukung capres Jokowi. Salah satunya adalah pendukung loyal Jokowi, yang juga Direktur Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (Sejuk), Ahmad Junaidi.

"Dolly yang lebih aman, bebas STDs and HIV/AIDS," kata dia sambil menulis hastag #safeDolly diujung kicauannya, di akun Twitter @Alex_Junaidi.

"Kali ini agak beda dengan Risma… #SafeDolly," sambung Ahmad Junaidi yang memasang avatar pilih capres nomor 2.

Selain memberi dukungan moral kepada Risma, Santri Musisi Jalanan bersama relawan Gema Indonesaia dalam aksinya juga menyatakan dukungan kepada pasangan Prabowo-Hatta dalam pilpres 9 Juli mendatang.  Para relawan antusias menyapa warga yang melintas di Sekitar Bundaran HI, sambil membagi bagikan Sticker Dukungan kepada Prabowo-Hatta.

“Ini adalah bentuk Partisipasi Kami, sebagai dukungan kaum Santri Musisi Jalanan kepada Pasangan Prabowo Hatta. Indonesia butuh Pemimpin yang memiliki semangat Juang Tinggi yang kami nilai paling pantas memimpin 250 juta masyarakat Indonesia 5 tahun kedepan," tambah Muhammad.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya