Berita

Olahraga

Olimpiade Olahraga Nasional buat Anak Penyandang Disabilitas

SELASA, 17 JUNI 2014 | 12:42 WIB | LAPORAN:

Pada dasarnya, anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) memiliki kemampuan lebih yang tidak dimiliki oleh anak-anak pada umumnya. Namun, paradigma keliru dari masyarakat yang menganggap bahwa ABK itu tak produktif, serta menyusahkan saja menjadi hambatan bagi mereka untuk menunjukkan kelebihannya.

Ini pula yang menjadi alasan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyelenggarakan olimpiade olahraga tingkat nasional bagi para penyandang disabilitis.

Kepada Rakyat Merdeka Online, Ahmad Yusuf selaku ketua pelaksana kegiatan tersebut mengatakan bahwa event ini berlangsung tiap tahunnya sebagai wujud eksistensi anak-anak ABK agar masyarakat Indonesia tahu bahwa anak ABK pun layak berprestasi.


"Untuk tahun ini Jakarta yang dipercaya menjadi tuan rumah, dan kami mempercayakan SLB 01 Lebak Bulus sebagai tempat diselenggarakan kegiatan ini," ujar Yusuf yang juga menjabat sebagai Ketua bidang Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) Direktorat Jendral Pendidikan dan Kebudayaan di SLB 01 Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Selasa (17/6).

Adapun kategori cabang olahraga yang diperlombakan, menurut Yusuf, yakni cabang catur untuk anak tuna netra, cabang olahraga lari dan boci (lempar bola) untuk tuna grahita, balap kursi roda khusus anak dengan gangguan tuna daksa dan terakhir cabang olahraga lompat jauh dan badminton untuk anak-anak dengan gangguan tuna rungu.

"Tujuan dari olimpiade ini adalah agar dapat meningkat self estimasi atau rasa penghargaan atas dirinya sendiri bagi anak-anak ABK, kan kita tahu kalau ABK sering dipandang sebelah mata, bahkan oleh ibunya," jelasnya.

Diharapkan dengan event ini semua orang tahu bahwa ABK itu berharga. Yusuf menambahkan, Kemendikbud telah merancang program agar para juara di event ini nantinya dapat dikirim ke olimpiade olahraga anak berkebutuhan khusus tingkat internasional.[wid]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Kebijakan Energi Harus Seimbang dengan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 08:05

Lewat Seminar di Wonosobo, Jateng Nyatakan Perang Terhadap Hoaks

Minggu, 26 April 2026 | 07:36

Jemaah Haji Diminta Selalu Bawa Kartu Nusuk dan Dokumen Resmi

Minggu, 26 April 2026 | 07:32

Menkop Optimistis Kopdes Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 07:03

Narkoba Melahirkan Rezim TPPU

Minggu, 26 April 2026 | 06:42

KH Imam Jazuli: Kiai Transformatif Cum Saudagar Gagasan

Minggu, 26 April 2026 | 06:23

Pertemuan Prabowo-Kapolri Mengandung Makna Kebangsaan Mendalam

Minggu, 26 April 2026 | 06:03

Satu Keluarga dengan Lima Nyawa Melayang di Barito Utara

Minggu, 26 April 2026 | 05:48

Tanpa Kubu Tetap

Minggu, 26 April 2026 | 05:13

Pertemuan Menhan dengan Para Jenderal Bukan Sekadar Temu Kangen

Minggu, 26 April 2026 | 05:09

Selengkapnya