Sebanyak 11 orang di sebelah barat provinsi Herat Afganistan mendapat "hukuman" karena menggunakan hak suaranya pada pemilu presiden yang digelar Sabtu (14/6).
Kesebelas orang yang telah memilih di TPS itu dipotong jarinya tepat di bagian yang diberi tinta tanda bahwa mereka telah milih.
Menurut keterangan dari juru bicara kepolisian Afganistan, Raoud Ahamdi seperti dikutip
BBC (Minggu, 1/6), tindakan tersebut dilakukan oleh kelompok Taliban yang sebelumnya telah memperingatkan masyarakat Afganistan untuk tidak berpartisipasi pada pemilu putaran kedua itu.
Pasalnya mereka menilai bahwa kebijakan yang dibawa oleh kedua kandidat presiden yakni mantan Menteri Luar Negeri Abdullah Abdullah dan mantan Menteri Keuangan Ashraf Ghani Ahmadzai berorientasi barat.
Dalam kampanyenya, kedua kandidat itu berjanji untuk memperbaiki hubungan dengan Barat dan menandatangani perjanjian keamanan yang tertunda. Perjanjian damai itu akan mengijinkan hampir 10 ribu pasukan Amerika Serikat tetap berada di negara tersebut selama kurun waktu dua tahun.
Pemilu Sabtu lalu tetap berlangsung di seluruh Afganistan kendati diwarnai oleh serangan di sejumlah wilayah dan menewaskan lebih dari 50 orang.
Perhitungan suara dan perolehan sementara diperkirakan akan diumumkan pada 2 Juli mendatang. Sedangkan hasil akhir pemilu baru akan diumumkan secara resmi pada 22 Juli.
[mel]