Berita

ilustrasi/net

Dunia

Palestina: Penculikan Jadi Dalih Israel Lanjutkan Agresi

SENIN, 16 JUNI 2014 | 10:59 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Palestina menolak tudingan Israel dan Amerika Serikat yang menyalahkan kelompok Hamas atas hilangnya tiga remaja pria di Tepi Barat pekan lalu.

Kementerian Informasi Palestina menyebut dalam sebuah pernyataan bahwa penculikan tersebut merupakan dalih bagi Israel untuk melakukan agresi lanjutan.

Pasalnya, pasca penculikan ketiga remaja tersebut, pasukan keamanan Israel telah menahan sekitar 80 warga Palestina karena menduga mereka terlibat dalam penculikan tersebut.


"Kementerian juga menegaskan bahwa kampanye militer Israel telah terjadi sejak beberapa dekade lalu, di mana Israel menculik seluruh rakyat Palestina," kata pernyataan yang dikutip CNN pada Minggu (15/6).

Diketahui pada hari Minggu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry mengeluarkan pernyataan terpisah yang menuding bahwa Hamas menculik tiga remaja pria tersebut.

Netanyahu menyerukan agar pasukan keamanan melakukan pencarian dengan cara apapun. Ia juga memerintahkan pasukan agar para remaja itu untuk tidak dibawa keluar wilayah Tepi Barat.

Menanggapi tudingan Israel dan Amerika Serikat itu, juru bicara Hamas Sami Abu Zuhri menyebut hal itu merupakan penyataan yang bodoh dan tidak berdasar.

"Kampanye penangkapan yang dilakukan oleh pendudukan Israel di Tepi Barat ditargetkan untuk mematahkan tulang punggung Hamas dan menjatuhkannya. Tetapi Israel tidak akan berhasil dalam mencapai tujuan mereka," tegas Sami Abu Zuhri.

diketahui, ketiga remaja pria yang diculik itu merupakan Gilad Shaar berusia 16 tahun, Naftali Frenkel 16 tahun, dan  Eyal Yifrach 19 tahun. Mereka hilang sejak sekitar hari Kamis malam di sekitar wilayah Gush Etzion. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

Pernyataan Eggi Sebut Akhlak Jokowi Baik jadi Bulan-bulanan Warganet

Selasa, 20 Januari 2026 | 01:40

Senyum Walikota Madiun

Selasa, 20 Januari 2026 | 01:19

Rapim Kemhan-TNI 2026 Tekankan Sishankamrata sebagai Kekuatan

Selasa, 20 Januari 2026 | 00:55

Legislator PKS Dorong Penyaluran KUR Pekerja Migran Tepat Waktu

Selasa, 20 Januari 2026 | 00:35

Digiring ke Gedung KPK, Walikota Madiun Malah Minta Didoakan

Selasa, 20 Januari 2026 | 00:20

Bencana Menerjang, BUMN Datang

Senin, 19 Januari 2026 | 23:55

Polisi Bongkar Clandestine Lab Tembakau Sintetis Senilai Rp2 Miliar

Senin, 19 Januari 2026 | 23:37

Mantan Jubir KPK Ali Fikri Raih Gelar Doktor Hukum Unair

Senin, 19 Januari 2026 | 23:11

Napi Bebas Pakai Gawai di Lapas Bukan Kelalaian Biasa

Senin, 19 Januari 2026 | 23:02

Walikota Madiun Maidi Dkk Tiba di Gedung KPK, Sebagian Lewat Belakang

Senin, 19 Januari 2026 | 22:46

Selengkapnya