Berita

Jimly Asshiddiqie

Wawancara

WAWANCARA

Jimly Asshiddiqie: Kami Ingatkan KPU & Bawaslu Cegah Jual Beli Suara Pilpres

SENIN, 16 JUNI 2014 | 08:28 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Selama dua tahun, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) telah memecat 207 penyelenggara pemilu. Pada 2012 dipecat 31 orang. Kemudian 2013 meningkat menjadi 87 orang. Bahkan  2014 yangbaru enam bulan sudah 89 orang yang dipecat.

Demikian disampaikan Ketua DKPP, Jimly Asshiddiqie, kepada Rakyat Merdeka, yang dihubungi via telepon, Jumat (13/6).

“Ada tren ke depan semakin banyak pelanggaran pemilu. Sebab, KPU dan Bawaslu tidak terinstitusionalisasi dengan baik,” paparnya.


Berikut kutipan selengkapnya:

Pelanggaran pileg begitu banyak, apa langkah DKPP mencegah pelanggaran dalam pilpres?
Itu yang kita harapkan. Kami meminta KPU dan Bawaslu untuk melakukan pembinaan kepada para simpatisan dan pendukung masing-masing capres. Tujuannya supaya mereka tidak melanggar aturan yang ada.

Para capres-cawapres juga harus mengontrol tim sukses dan relawannya agar taat aturan. Penyelenggara pemilu harus bekerja dengan benar. Tidak boleh berpihak.

Penyelenggara pemilu seharusnya netral, tapi seringkali ada oknum yang berpihak, ini bagaimana?
Secara kelembagaan memang masih netral. Adanya oknum anggotanya yang berpihak akan mudah terlihat dengan timbulnya kekacauan dan kekisruhan. Kemudian kami ambil tindakan.

Jika ada lagi yang terbukti tidak netral, kami memberhentikan dari lembaganya. Itu sudah kami lakukan.

Bagaimana dengan PNS?
Kami menghimbau kepada semua PNS harus netral. Walaupun kepala daerahnya menjadi tim sukses pasangan capres-cawapres, PNS jangan mau diperintah atasannya untuk melanggar aturan. Jika terbukti bisa dipecat semuanya. Apalagi jika yang didukung tidak menang dalam pemilihan. 
 
Apa saran Anda kepada KPU dan Bawaslu?
Kami meminta penyelenggara pemilu tidak hanyut dalam tensi tinggi suasana Pemilihan Presiden 2014. Lantaran hanya diikuti dua pasangan calon, persaingan terkesan sangat keras.  

Apa saja kendala mencegah pelanggaran?
Sejak dari zaman Nabi Adam juga sudah ada pelanggaran. Apalagi di zaman yang serba terbuka informasi saat ini. Dalam pelaksanaan pemilu sudah pasti pelanggaran jumlahnya banyak. Yang terpenting sudah ada tindakan bagi yang melakukan pelanggaran tersebut.

Kinerja penyelenggara pilpres, sudah maksimal?
Saat ini saya belum bisa menilai. Tunggu semua prosesnya sudah selesai. Kami mengingatkan  KPU dan Bawaslu untuk terus mengawal proses pilpres, cegah  praktik jual-beli suara dalam pilpres.

Bagaimana mencegah praktik jual beli suara?
Demi mencegah terjadinya kecurangan pada proses ini, pengawasan internal harus diefektifkan. Sistem pengawasan eksternal dilakukan oleh Bawaslu.

 Itu yang harus diperlihatkan KPU dan Bawaslu untuk menyelamatkan suara rakyat dari manipulasi saat rekap berlangsung. KPU jangan mengandalkan peran orang lain.

Lambang mirip Garuda digunakan, bukankah itu melanggar aturan?
Kami tidak ikut mengurusi persoalan peserta kampanye. DKPP hanya mengadili penyelenggaranya saja. Masalah tersebut sudah ditangani KPU dan Bawaslu.

Nanti biar mereka yang akan mengambil tindakan. ***

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya