Sebanyak 30 tim sofball dari 13 provinsi bersaing di Kejurnas Softball yang berlangsung di lapangan Softball Senayan, Jakarta, 14-20 Juni. Ajang ini dijadikan seleksi untuk kejuaran Asia Cup dan kualifikasi kejuaraan dunia di Filipina.
"Setelah 11 tahun vakum, kami akhirnya kembali menggelar kejurnas Softball. Kami sempat pesimis ajang ini tidak disambut baik oleh pengrov, tapi di luar dugaan ternyata mereka sangat antuasias," ujar Ketum PP Perbasasi Jakarta, Syahrir Munawir.
Dia menambahkan, bagi PB Perbasasi ajang ini bertujuan untuk menyeleksi pemain tim softball yang akan tampil kejuaraan Asia Cup dan kualifikasi kejuaraan dunia softball di Filipina November mendatang. Sementara untuk Pengrov, kejurnas ini sebagai ajang untuk persiapan PON 2016 di Jawa Barat.
"Awalnya ada 14 pengrov yang ambil bagian di kejurnas ini, tapi sayang Papua batal hadir karena kesulitan keuangan. Kami aui, olahraga ini memang olahraga yang cukup mahal," jelas Syarir Munawir.
Pelatih timnas Softball, Syaiful Amri mengemukakan, di kejurnas ada 18 atlet timnas softball akan bermain untuk membela daerahnya masing-masing. Mereka akan terus dipantau apakah permainnya mengalami peningkatan atau tidak selama di pelatnas.
"Di Kejurnas kami akan melihat pemain yang mungkin belum terpantau tapi kualitasnya bagus. Agustus nanti, setelah dari Singapura akan ada promosi degradasi. Penilaiannya dari kejurnas dan turnamen softball ASEAN di Singapura itu. Jumlah pemain yang terdegradasi nanti antara satu sampai tiga," ujar Amri.
Sementara koordinator olahraga Permainan Satlak Prima Mimi Irawan menyambut baik digelarnya Kejurnas softball yang telah 11 tahun vakum. Dia sendiri berharap agar tim softball mempersiapkan tim dengan baik agar dapat meraih medali emas di SEA Games 2015 di Singapura.
[wid]