Berita

Politik

DEBAT CAPRES

Revolusi Mental Dasar Ekonomi Berdikari Ala Jokowi

MINGGU, 15 JUNI 2014 | 20:11 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Calon presiden Joko Widodo alias Jokowi menyatakan akan mewujudkan ekonomi berdikari bila dirinya bersama Jusuf Kalla terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode 2014-2019.

"Ekonomi harus sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Inilah ekonomi berdikari," kata Jokowi dalam debat kedua capres bertema "Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial"di Hotel Gran Melia, Jakarta, malam ini (Minggu, 15/6).

Untuk mewujudkan ekonomi berdikari, kata Jokowi, pembangunan ekonomi kedepan kedepan mesti dilakukan dalam beberapa kerangka.


"Pertama, dilakukan pembangunan manusianya dulu lewat pendidikan. Lewat apa? Revolusi mental harus dilakukan," kata Jokowi.

Pembangunan manusia, sambung capres yang disokong koalisi PDIP, PKB, Nasdem, Hanura dan PKPI ini, akan meningkatkan produktivitas. Jika produktivitas sudah meningkat maka dengan sendirinya akan memunculkan daya saing.

Menurut Jokowi, pembangunan manusia akan dilakukan dirinya bersama Jusuf Kalla dengan menjamin kesehatan dan pendidikan.

"Ada kartu Indonesa Sehat. Ada Kartu Indonesia pintar," kata Jokowi sambil menunjukkan dua kartu beda bergiliran, yang dibawanya ke podium debat.

Selain itu, kata Jokowi, pertumbuhan ekonomi harus diikuti pemerataan. Menurut dia, percuma saja pertumbuhan ekonomi tak diiukti pemerataan.

"Pemerataan jadi perhatian kami bedua," katanya.

Dikatakan Jokowi, dirinya bersama JK akan mengembangkan dan membangun koperasi, UKM, pasar tradisionel, membangun maritim dan bidang lain serta industrinya.

"Pembangunan dimulai dari daerah, desa dan infrastruktur. Inilah yang kami maksud jalan kebaikan yang akan membuat rakyat sejahtera, dan ekonomi kita kokoh," demikian Jokowi mengambang.[dem]


Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Aplikasi Digital Berbasis White Label Dukung Operasional KDKMP

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:59

Wamenaker Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Multistrada

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:43

DPD Dorong Kemenko Polkam Lahirkan Peta Jalan Keamanan Papua

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:28

Mengoptimalkan Potensi Blue Ocean Economy

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:53

Wagub Lampung Minta Gapembi Kawal Pemenuhan Standar MBG

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:35

Analis Geopolitik: Tiongkok Berpotensi sebagai Global Stabilizer

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:23

Prabowo dan Tumpukan Uang

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:58

ANTAM Tetap Fokus Jaga Fundamental Bisnis di Tengah Dinamika Global

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:46

Sukseskan Program Nuklir, PKS Dorong Pembentukan Kembali BATAN

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:23

Paradigma Baru Biaya Logistik

Kamis, 14 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya